Kemen PPPA Diminta Serius Atasi Kasus Bocah Diduga Disodomi 10 Pria di Medan

Sabtu, 11 September 2021 20:34
ist
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang, Junaidi Malik (tengah).

digtara.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA)  diminta turun tangan atasi kasus bocah diduga disodomi oleh sepuluh pria dewasa di Kota Medan. Kasus Bocah Diduga Disodomi 10 Pria di Medan

Penegasan itu disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik menjawab pertanyaan wartawan soal kasus sodomi tersebut.

“Kasus sodomi dialami korban yang masih berusia 10 tahun tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Oleh karenanya, Kemen PPPA diharapkan berperan dalam memecahkan persoalan ini,” tegasnya saat dihubungi, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Junaidi, kasus sodomi ini menuntutnya perhatian serius dari Kemen PPPA, indikatornya karena korban sangat membutuhkan pendamping serius mulai psikiater sampai siskologi.

Baca: Kisah Pilu Ibu yang Anaknya Dicabuli 10 Pria di Medan, Hidup Pas-pasan dan Berpindah-pindah

“Kami (LPA dan pengacara hukum korban) yang menangani kasus sodomi tersebut bekerja ikhlas tanpa mengharapkan biaya. Dari itulah, butuh dukungan besar dari Kemen PPPA untuk memenuhi kebutuhan korban,” imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut Junaidi, LPA bersama pengacara hukum sudah memberikan pendampingan terhadap korban ke Minauli Consulting, salah satu Layanan Psikologi di Kota Medan.

“Di sana (Minauli Consulting) korban, ditangani oleh psikolog berpengalaman Ibu Dra Irna Minauli MSi secara gratis. Tetapi, pihak Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, tak berkenan. Pendamping harus ditunjuk dari mereka, namun biaya dibebankan kepada keluarga korban. Tentu hal itu sangat memberatkan,” sebutnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait