Hampir Sebulan Kabur, Pelaku Penganiaya Warga dengan Panah di Belu Ditangkap Polisi

Kamis, 04 Agustus 2022 08:52
ist
Korban terkena anak panah saat dirawat di rumah sakit (kiri) dan Divo, pelaku penganiayaan saat diamankan anggota Buser Polres Belu, Kamis (4/8/2022) dini hari.

digtara.com – Pelarian Divo Crisanto Da Silva Sarmento Junior alias Divo (20) berakhir sudah. Pelaku penganiaya warga dengan panah diamankan.

Ia kabur sejak awal bulan Juli 2022 lalu pasca menganiaya rekannya dengan menggunakan panah Ambon.

Divo diamankan anggota Buser Satreskrim Polres Belu di Desa Kewar, kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (4/8/2022), dini hari, sekitar pukul 01.00 wita.

Divo sendiri merupakan warga Weaituan, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Baca: Tuntaskan Kasus Penganiayaan Guru SD di Kupang, Polisi Penuhi Petunjuk Jaksa

Divo sebelumnya dilaporkan melakukan penganiayaan dan kabur sejak 9 Juli 2022 lalu.

Tindak pidana penganiayaan dengan kekerasan ini dilaporkan Andreas Mura (18), warga Kelurahan Lidak, kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Laporan kasus ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/160/VII/2022/SPKT/Polres Belu/Polda NTT tanggal 9 Juli 2022.

Ia melaporkan kasus penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (9/7/2022l di Ailpcino-Tini, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Baca: Pacar WA Brigadir J Setengah Jam Sebelum Tewas, Siapa yang Pegang HP?

Korban penganiayaan yakni Frans Menejes (18), seorang tukang ojek yang juga warga Lolowa, RT 005/RW 001, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Awalnya, Andreas Mura dan korban berboncengan sepeda motor membeli nasi kuning di warung nasi kuning 24 jam di Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait