Guru Honorer Dikeroyok Pemuda Tak Dikenal di Kosnya

  • Whatsapp

digtara.com | KUPANG – Alexander Tabun (25) guru honorer yang juga warga RT 27/RW 10 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penganiayaan dan dikeroyok oknum pemuda tak dikenal.

Peristiwa ini dialami korban pada Rabu (22/1/2020) petang sekitar pukul 18.00 wita di Kos-kosan Tiga Putra RT 27/RW 10 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.  Kasus pengeroyokan ini sudah dilaporkan ke Polsek Kelapa Lima sesuai laporan polisi nomor : LP/B/19/I /2020/Sektor Kelapa Lima.

Korban sendiri tidak mengetahui dan tidak mengenal pelaku yang menganiaya dan mengeroyok nya. Saat itu korban pulang ke rumah kos Tiga Putra bersama rekannya Linda (20) yang juga seorang mahasiswi.

Muat Lebih

Sambil berjalan kaki korban dam rekannya bercerita. Namun datang para pelaku melintas dengan menggunakan sepeda motor.  Saat itu pelaku memaki dan mengeluarkan kata kasar kepada korban dan Linda.

Tidak terima dengan aksi pelaku, korban mengikuti dan mengejar pelaku tersebut bermaksud menanyakan kenapa memaki korban. Namun pelaku terus memacu sepeda motornya dan melarikan diri.

Selanjutnya selang beberapa saat kemudian para pelaku datang lagi ke kost Tiga Putra mencari korban. Pelaku menanyakan kepada korban kenapa mencari adik pelaku.

Korban hendak menjelaskan namun para pelaku langsung mengeroyok korban sehingga korban mengalami luka robek di bawah mata sebelah kiri, luka robek pada kepala bagian kanan.  Korban mengaku kalau ia dikeroyok empat orang pemuda yang tidak dikenali.

“Korban tidak mengenali nama para pelaku namun korban sering melihat para pelaku bermain di lingkungan sekitar lokasi kejadian dan kemungkinan para pelaku adalah pemuda disekitar Tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek Kelapa Lima AKP Andri Setiawan, SH SIK melalui Kanit Reskrim polsek Kelapa Lima, Ipda Dominggus Duran, SH saat dikonfirmasi di Mapolsek Kelapa Lima, Kamis (23/1/2020).

Polisi sudah menerima laporan korban dan sudah dilakukan Visum Et Repertum di Rumah sakit Bhayangkara DrsTitus Ully Kupang. Polisi sudah memeriksa korban dan saksi serta masih mengidentifikasi pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan