Gerakan Kampung Sendiri Kecam Aksi Premanisme Terhadap Insan Perfilman Medan

Kamis, 12 Maret 2020 13:45

digtara.com | MEDAN – Pasca preman mengganggu proses syuting perdana film A Thousand Midnights in Kesawan di Lapangan Merdeka kemarin.

Di mana aksi pemerasan yang dilakukan preman di kawasan lapangan Merdeka Medan, terhadap komunitas film indie sangatlah disesalkan oleh gerakan Kampung sendiri.

Menurut Koordinator Kampung sendiri, Bobi Septian mengatakan sudah tidak masanya aksi premanisme dibiarkan terjadi oleh pihak kepolisian.

Di era milenial ini, sepatutnya insan kreative harus diberi kenyamanan untuk berekspresi karena kelompok kreatif lah yang mampu mengubah wajah Medan agar lebih baik kedepannya.

Atas peristiwa tersebut, Bobi meminta agar jajaran kepolisian wajib memberikan rasa aman kepada komunitas-komunitas kreatif yang ada di medan untuk berbuat dan jangan biarkan lagi kejadian pemerasan yang di alami crew film A Thousand Midnight, yang di peras oleh preman terulang kembali.

“Kapolda harus mengambil sikap terkait terjadinya pemerasan yang dilakukan oleh preman di lapangan Merdeka yang menimpa komunitas film indie. Program Kapolda Sumut tidak ada tempat bagi preman jangan hanya slogan belaka. Saya selalu pelaku komunitas merasa kecewa terhadap peristiwa yang terjadi pada malam rabu kemarin,” ungkap Bobi.

Dia berharap kedepannya jajaran kepolisian benar-benar memberikan rasa aman kepada para komunitas untuk berbuat guna membangun kota Medan ini.

Sementara Itu Ridho Golap, salah satu member komunitas film Sumateta Utara (KOFI SUMUT) sangat menyayangkan peristiwa pemerasan terhadap insan film.

Aksi pemerasan yang terjadi berdampak negatif terhadap industri kreatif yang digaungkan oleh Presiden Indonesia Jokowi.

Berita Terkait