Fakta Calon Pendeta di Batam Cabuli Anak di Bawah Umur, Kerap Selewengkan Bantuan

Kamis, 09 September 2021 14:05
kabarbatam.com
Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus

digtara.com – Kasus tak senonoh dilakukan DS (27). Berkedok agama, sosok calon pendeta itu mencabuli korban yang bernaung di yayasan yang berdomisili di wilayah Bengkong, Kota Batam. Bahkan, bantuan terhadap yayasan kerap diselewengkan.

Hal ini terungkap, setelah kasus pencabulan terhadap 4 anak bawah umur yang dilakukan oleh calon pendeta sekaligus anak pemilik yayasan berinisial DS (27) itu mencuat.

“Menurut pengakuan dari keempat anak tersebut dengan jujur mereka mengatakan, bantuan dari para donatur berupa beras diduga dijual oleh mereka (pemilik yayasan). Selama ini bertahun-tahun, mereka hanya makan mie instan saja dan hanya perayaan hari-hari besar seperti ulang tahun makan lauk pauk berupa daging dan yang bergizi,” ungkap Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus dan anggota KKP-PMP Leo Halawa, Kamis (9/9/2021).

Dijelaskan sosok yang akrab disapa Romo Paschal, yayasan itu sering dilihat oleh para donatur termasuk teman-teman dari kepolisian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Namun sangat disayangkan bantuan itu diduga malah tak tepat sasaran. Kita prihatin sekali dengan peristiwa ini, bantuan kemanusiaan yang seharusnya dan semestinya diberikan kepada anak-anak yayasan malah diduga disalah gunakan,” ujarnya melansir kabarbatam.com.

Ironisnya lagi, kata Leo, dengan jujur anak-anak korban pencabulan itu mengaku, uang hasil penjualan bantuan kemanusiaan dari para donatur untuk memperkaya diri seperti halnya dibelikan perhiasan berupa emas.

“Oleh karena itu, kepada teman-teman para donatur yang ingin membantu yayasan harus dipastikan bahwa bantuan tersebut sampai ke anak-anak kita. Jangan sampai, anak-anak kita di yayasan hanya tameng hidup saja, akan tetapi kami percaya tidak semua yayasan dan pihak yang mengelola yayasan berperilaku seperti itu,” jelas Leo.

Atas peristiwa ini, pihaknya meminta kepada Dinas Sosial Kota Batam beserta instansi terkait lainnya untuk mengawasi segala bentuk bantuan yang disalurkan kepada yayasan.

“Kami minta kepada Dinas Sosial Kota Batam untuk bersama-sama menjaga hal ini. Jangan sampai yayasan tertentu hanya dibuat untuk kepentingan oknum pengelola sendiri tanpa mempertimbangkan kesejahteraan anak-anak yayasan. Kalau bisa dari sisi peraturan daerah harus dibuat. Ketika masuk bantuan ke yayasan baik itu perorangan harus dilaporkan secara berkala kepada pemerintah supaya gampang menelusuri dugaan seperti ini,” pungkasnya.

Kronologi Kejadian

Laman: 1 2

Berita Terkait