Dicurigai Hendak Curi Ternak, Seorang Babakbelur Dihajar Massa

Selasa, 17 Maret 2020 15:14

digtara.com | KUPANG – Marthen Sonbai (28), warga RT 19/RW 05 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) babak belur dihajar massa, Senin (16/3/2020) malam.

Marthen dicurigai sebagai pencuri ternak sapi dan babi di Dusun I Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Warga di dusun I Desa Oebelo memang sedang resah karena maraknya pencurian ternak sapi dan babi di wilayah ini dalam beberapa bulan terakhir.

Marthen Sonbai saat itu mabuk berat karena konsumsi minuman keras yang berlebihan.
Sekitar pukul 21.00 wita, Marthen Sonbai berjalan kaki dalam keadaan sempoyongan di sekitar dusun I Desa Oebelo.

Warga yang kebetulan siaga menjadi curiga. Warga menduga kuat kalau Marthen Sonbai merupakan komplotan pencuri ternak yang selama ini beraksi diwilayah Desa Oebelo.

Warga kemudian menghajar dan memukuli Marthen Sonbai hingga babak belur. Beruntung Marthen bisa diselamatkan di pos polisi Oebelo.

Namun warga makin berdatangan di pos polisi. Apalagi kebanyakan warga di dusun I desa Oebelo adalah eks warga Timor Leste. Warga masih ingin menghakimi Marthen.

Korban mengalami luka di wajah dan kepala serta mengeluarkan darah.  Karena situasi yang kurang kondusif, maka sekitar pukul 23.30 wita, Marthen Sonbai dievakuasi ke Polsek Kupang Tengah sehingga terhindar dari aksi kekerasan lanjutan.

Dicurigai karena Mabuk

Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, S.Sos yang dikonfirmasi di kantornya, Selasa (17/3/2020) menjelaskan kalau saat itu Marthen Sonbai dalam keadaan mabuk karena miras saat melintas di perkampungan sehingga dianiaya.

Sedianya, Marthen hendak ke rumah kerabatnya Pace Sonbai di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah.

“Korban Marthen Sonbai dilihat warga sedang mabuk dan korban dicurigai pencuri sapi dan babi yang meresahkan masyarakat,” ujar Kapolsek Kupang Tengah.

Korban kemudian ditangkap warga dan dicurigai akan mencuri ternak. Masyarakat pun sempat mengamankan Marthen di pospol Oebelo.

“Korban mabuk berat dan ternyata korban yang saat itu berjalan kaki mau kunjungan keluarga,” tambahnya.

Kapolsek pun menghimbau masyarakat jangan serta merta main hakim sendiri jika belum ada informasi yang jelas.

Masyarakat juga dihimbau jangan mengkonsumsi minuman keras. “Jika ada masalah maka bisa diselesaikan sesuai prosedur,” tambah kapolsek.

Polisi melakukan interogasi tentang apa kepentingan korban ke lokasi tersebut. Korban mengaku tidak mengenal pelaku karena saat itu sedang mabuk dan situasi gelap sehingga korban tidak bisa mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.

Hingga saat ini korban masih diamankan hingga korban benar-benat pulih baru akan dipulangkan.

 

Berita Terkait