Cerita Liti Gea, Korban Pemukulan Preman Pajak Gambir: Aku Ditunjang Sama Ditumbuk Mereka

Selasa, 07 September 2021 16:23
digtara.com/mag-03
Liti bersama anaknya saat di wawancarai.

digtara.com – Liti Wari Iman Gea (37), korban pemukulan sejumlah preman di Pajak Gambir, diperiksa di Polsek Percut Sei Tuan.

Liti datang bersama anaknya didampingi kuasa hukumnya.

Kepada wartawan, Liti pun menceritakan awal mula dia bersiteru dengan preman pajak tersebut bermula dari dimintanya uang pajak kepadanya.

Baca: Preman Pasar Gambir Belum Ditangkap Semua, Liti Gea: Kami Masih Takut Jualan

“Mereka minta uang Rp 500 ribu sama saya. Tidak saya berikan, pagi-pagi jam 7 tidak aku openin (perduli) mereka. Aku pergi belanja, selesai belanja datang lagi dia. Terus mereka bilang gak usah jualan kau di situ. Terus aku bilang tunggu lah bang biar aku turunkan belanjaan ini dulu. Terus tiba-tiba perutku ditendangnya 2 kali. Aku bilang bang janganlah gitu sama perempuan,” ucapnya kepada Wartawan, Selasa (7/9/2021).

Baca: Pukuli Gea Janda Penjual Sayur, Preman Pajak Gambir Tembung Diciduk

Lalu, kata Liti, sang preman sempat meminta suami Liti untuk datang untuk berduel. Namun preman tersebut langsung memanggil teman-temannya, dan langsung mengeroyok Liti.

“Yang aku lihat dimataku ada 4 orang, aku kaya udah mau mati dibuat orang itu. Sampe rambut aku dan anakku diantukkan mereka,” ucapnya lagi.

Baca: Dampak Banjir, Perjalanan KA dari Senen dan Gambir Dibatalkan

Lebih lanjut Liti mengatakan bahwa sempat ada yang menolongnya, namun orang yang menolongnya juga jadi korban mereka.

“Aku ditunjang, ditumbuk, ada lagi pake kayu mereka mukul aku, sampe biru-biru badan aku. Aku juga sempat ada pendarahan, karena aku pernah operasi besar,” ucapnya sambil memegang perut.

Setelah kejadian tersebut, mereka langsung lari ke Polsek Percut Sei Tuan untuk meminta pertolongan.

Laman: 1 2

Berita Terkait