Beredar Petisi Minta Pelaku Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Dihukum Mati

Jumat, 26 November 2021 16:50
digtara.com/imanuel lodja
Selidiki Identitas Jenazah Ibu dan Bayi di Kupang, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

digtara.com – Dukungan masyarakat terhadap penegak hukum dalam mengungkap motif, serta pelaku pembunuhan terhadap Astri Manafe dan bayinya Lael Maccabe (1), terus mengalir. Pelaku Pembunuhan Ibu Bayi 

Salah satunya adalah, membuat petisi. Petisi yang diberi judul penemuan mayat ibu dan anak di Penkase – Oeleta, hukuman mati untuk pelakunya ini, sudah ditandatangani 3.573 dengan target 5.000 orang.

Yuni Wonlele, salah satu warga Kota Kupang yang ikut menandatangani petisi tersebut mengatakan, dia mendukung penegak hukum menjerat pelaku dengan pasal yang memungkinkan dihukum mati, karena sudah menghilangkan dua nyawa sekaligus.

“Perbuatan pelaku tidak manusiawi, sehingga pantas untuk dihukum mati,” ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Baca: Selidiki Identitas Jenazah Ibu dan Bayi di Kupang, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Petisi ini dibagikan penulis di berbagai platform media sosial dengan isi dari petisi itu adala, kasus penemuan mayat wanita dan anak dalam Kantong plastik sampah di Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada 30 Oktober 2021 lalu, yang diduga adalah Jenazahnya “AM” dan anaknya “L” adalah suatu pelanggaran berat dalam Penegakan HAM.

Diduga kuat ini adalah pembunuhan berencana

Pelaku yang masih belum diketahui oleh aparat kepolisian setempat, sesungguhnya adalah manusia tak bernurani yang tidak pantas mendapat keringanan hukum.

Pelaku harus di beri hukuman maksimal, karna diduga kuat ini adalah pembunuhan berencana.

Beredar Petisi Minta Pelaku Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Dihukum Mati

Baca: Hasil Tes DNA Keluar, Jenazah Ibu dan Anak di Penggalian Pipa di Kupang Teridentifikasi

Jenazah Ibu dan anaknya itu diduga sudah meninggal sejak 3 Minggu sebelum ditemukan.

Bahkan kondisi jenazah anak juga kepalanya sudah terpisah dari badannya. Ini sudah melanggar HAM, melanggar aturan perlindungan terhadap Perempuan, juga melanggar aturan perlindungan terhadap anak dibawah umur.

Laman: 1 2

Berita Terkait