Bawa Ratusan Detonator Bahan Peledak, Nelayan di Sikka Terancam Hukuman Mati

Jumat, 22 Oktober 2021 10:20

digtara.com – Aparat keamanan tim Intelair Subdit Gakum Direktorat Polair Polda NTT mengamankan seorang nelayan yang membawa 100 batang detonator bahan peledak. Alat tersebut hendak digunakan untuk bom ikan.

Polisi kemudian membawa N (27), nelayan asal Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT sebagai pelaku dan sudah dijadikan tersangka.

“Ia (N) menguasai dan membawa detonator yang merupakan bahan peledak dan dipakai menangkap ikan yang bisa merusak ekosistem di perairan,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto didampingi Direktur Polair Polda NTT, Kombes Pol Nyoman Budiarja SIK M.Si, Jumat (22/10/2021).

N diamankan beberapa waktu lalu pasca tim Intelair Subdit Gakum Dit Polair Polda NTT menerima pengaduan masyarakat yang mengetahui aktivitas N saat menangkap ikan.

N yang saat itu diduga pelaku diamankan saat membawa bahan peledak di sekitar Jalan El Tari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT.

“Sekitar pukul 20.20 wita, tim menangkap N yang memiliki, menguasai dan membawa 100 batang detenator (bahan peledak) dalam kemasan satu kotak tanpa label,” tandasnya.

Selanjutnya N dibawa ke markas unit Polair Sikka untuk dilakukan proses penyidikan oleh penyidik Dit Polair Polda NTT.
N sudah dijadikan tersangka dan diduga melanggar pasal 1 ayat (1) undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak.

Laman: 1 2

Berita Terkait