Aniaya Kakak Kandung Pakai Batu hingga Tewas, Pria di NTT Terancam 15 Tahun Penjara

Selasa, 25 Januari 2022 17:04

digtara.com – Penyidik Polsek Wewewa Timur dan penyidik Satreskrim Polres Sumba Barat Daya merampungkan berkas pemeriksaan kasus tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Aniaya Kakak Kandung Tewas

Korban Simon Malo Kiku alias Ama Tana (65), warga Kampung Bondo Bukka, Desa Kadiwono, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dianiaya adiknya, Paulus Mali Sesi alias ama Mon (58).

Polisi sudah menahan pelaku sejak pekan lalu dan diperiksa penyidik. Sementara jenazah korban sudah dikuburkan keluarga akhir pekan lalu.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan pasal 338 subs pasal 351 ayat (3) KUHP.

Baca: Tragis! Gegara Sebatang Pohon Kopi, Warga SBD-NTT Bunuh Abang Kandung dengan Batu

“Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” ujar Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Sigit Harimbawan, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Johanes, Selasa (25/1/2022).

Tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Selasa (18/1/2022) petang.

Penganiayaan berujung kematian korban ini terjadi di Kampung Bondo Bukka, Desa Kadiwono, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca: Tiga Pejabat Langkat Terjaring OTT KPK Saat Transaksi di Warung Kopi

Awalnya sekitar pukul 16.45 wita, korban Simon Malo Kiku alias Ama Yana ke rumah pelaku Paulus Mali Sesi alias Ama Mon.

Korban menanyakan tentang 1 pohon kopi yang berada di belakang rumahnya telah dipotong oleh orang.

Korban mencurigai Modianus Padeda (anak dari pelaku) yang memotong pohon kopi tersebut, karena anak pelaku membuat mainan gasing menggunakan kayu kopi.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait