Anak Bunuh Ayah di TTS Mengaku Sering Diperlakukan Kasar

anak di TTS
Tersangka anak yang membunuh ayahnya dengan sadis (ist/digtara)

digtara.com – Aparat penyidik satuan Reskrim Polres Timor Tengah Selatan (TTS) NTT sudah memeriksa ML (30), anak yang membantai ayahnya secara sadis hingga meninggal dunia. Tersangka mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari ayahnya.

“Sering diperlakukan kasar oleh ayahnya (korban) jadi alasan tersangka menganiaya dan membunuh ayah kandung nya,” ujar Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendericha Bahtera S Tr K SIK saat dikonfirmasi Minggu (2/5/2021).

Polisi sudah menahan tersangka dan menjeratnya dengan pasal 338 KUHP.

Muat Lebih

“Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,” tandas Kasat Reskrim Polres TTS.

Kronologi Kejadian

Diberitakan sebelumnya, kejadian tragis dialami Daniel Lopo (74), warga Nunutili, RT 01/RW 01, Desa Sono, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Ia tewas dibunuh anak kandungnya sendiri dengan sadis hingga kemaluannya dipotong.

Pelaku ML (30) membunuh ayahnya yang renta itu pada Kamis (29/4/2021) siang sekitar pukul 14.00 wita.

Kapolres TTS AKBP Andre Librian SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendrica Bahtera S Tr K SIK yang dikonfirmasi, Sabtu (1/5/2021) menyebutkan, kasus ini bermula ketika ML datang meminta makan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan