Akhir Kisah Man Batak Si Gembong Narkoba, Dimiskinkan dengan Jeratan Pencucian Uang

  • Whatsapp
Gembong Narkoba
Man Batak berbicara di depan Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin (ist/digtara)

digtara.com – Polda Sumatera Utara berhasil membongkar jaringan gembong Narkoba terbesar di wilayah Labuhanbatu sekitarnya yang dikelola Irman Pasaribu alias Roy alias Man Batak. Selain menjeratnya dengan jeratan UU Tindak Pidana Narkotika, polisi menghabisinya dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Miskin!

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dalam hal ini menegaskan bawa Polri tidak hanya menindak kejahatan, melainkan juga dengan tindak pencucian uang.

“Kami dalam hal ini bertujuan untuk membuat efek jera dengan cara membuatnya menjadi miskin,” ujar Kapolda Sumut dalam konferensi pers di Mako Polda Sumut, Kamis (11/2/2021).

Muat Lebih

Polisi sudah mengamankan 18 sertifikat tanah dan rumah milik tersangka Man Batak. Dari 18 sertifikat tersebut, 14 diantaranya sertifikat tanah, sisanya sertifikat rumah. Dari 14 sertifikat tersebut, total luas lahan yang diamankan Polda Sumut sekira 13 hektar tanah yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sekitarnya.

“Ada 14 sertifikat tanah milik tersangka dengan sekitar 13 ribu meter artinya ada sekitar 13 hektar tanah, ” ucapnya.

Selain tanah dan rumah, polisi juga menyita 4 mobil. Tiga mobil termasuk mobil mewah yakni Jeep Wrangler warna hitam BK 1030 LY 2012, Mitrubishi Pajero Sport warna hitam BK 1216 YR dan Mitsubishi Xpander warna hitam tahun 2019 BK 1681 YE. Satu lainnya Mitsubishi L-200 2005 BK 8523 YM.

Petugas juga mengamankan uang senilai lebih dari Rp500 juta.

Selanjutnya, jelas Kapolda, berkas sertifikat tanah, rumah, mobil,uang dan aset berharga lainnya akan dilimpahkan ke pengadilan agar aset tersebut di serahkan ke negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan