2 Perempuan di Video Viral Diperiksa Polisi, Ternyata Sudah Janjian untuk Berkelahi

2 wanita di video viral diperiksa polisi
Maria Grace (kiri) dan Tania Ferdial (kanan kostum biru) saat diperiksa penyidik Polres Kupang Kota (foto:imanuel lodja)

digtara.com – Polisi bergerak cepat pasca viralnya video perkelahian 2 perempuan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota mengamankan keduanya pada Sabtu (9/1/2021) subuh.

Polisi kemudian mengungkap identitas kedua perempuan tersebut. Perempuan yang mengenakan baju kaos oblong warna hitam dan celana panjang kuning bernama Tania MK Ferdial (19), warga Dusun II, Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Sementara lawan duelnya yang mengenakan baju kaos garis-garis hitam dan putih serta mengenakan celana panjang hitam bernama Maria Grace Treda Uler (24), warga Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak Kota Kupang.

Muat Lebih

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, SH yang dikonfirmasi di Mapolres Kupang Kota, Sabtu (9/1/2021) mengakui kalau kedua pelaku perkelahian ini sudah diperiksa penyidik unit Reskrim Polres Kupang Kota pasca diinterogasi anggota Buser Polres Kupang Kota.

“Anggota Buser langsung mengamankan mereka setelah videonya viral dan langsung diperiksa penyidik,” tandasnya.

Terungkap kalau kasus ini berawal dari selisih paham antar kedua pelaku. Awalnya Tania MK Ferdial membuat status dan story whatsapp dengan kata “Kusam”.

Maria Grace Treda Uler ternyata mengcapture status dan story whatsapp Tania ini dan dikirim ke group WA teman-temannya.

“Dalam group itu ada teman Tania sehingga melaporkan ke Tania soal kiriman capture story whatsapp Tania tersebut,” tandas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Baca:Viral di Medsos! Video Perkelahian Dua Wanita di Kupang

Tania dan Maria Grace kemudian janjian untuk berkelahi “Tania menghubungi Maria Grace untuk kelahi secara sportif dan mereka menentukan tempat berkelahi di belakang Transmart Kupang,” tandas Kasat.

Dari pengakuan Maria Grace maupun Tania, mereka mengaku kalau saat datang ke belakang Transmart sudah banyak rekan-rekan mereka yang siap merekam aksi perkelahian mereka.

Namun sebelum mereka berduel, Maria Grace dan Tania membuat perjanjian kalau keduanya tidak akan melakukan visum dan tidak akan melaporkan ke polisi. “Setelah sepakat maka mereka berkelahi dan rekan-rekan mereka merekamnya,” tandas kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Usai perkelahian tersebut, Maria Grace kembali ke tempat kost, sementara Tania yang mengalami luka dan berdarah pada hidung dan mulut kembali ke hotel Aston, tempatnya menginap.
Maria Grace dan rekan-rekannya kemudian berpesta di kamar kost merayakan kemenangan tersebut.

Sepakat Berdamai

Usai diamankan polisi, Maria Grace menghubungi Tania dan keduanya sepakat berdamai dan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan tanpa proses hukum.

“Keduanya sepakat damai dan tidak ingin melanjutkan proses lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Namun pihak kepolisian sudah memanggil dan memeriksa Maria Grace dan Tania. “Kita panggil hanya untuk klarifikasi dan dalami kemungkinan ada potensi pidana apa baik mereka yang duel maupun yang share video-video nya ke media sosial,” tandas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Sejumlah video perkelahian antara 2 perempuan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial (Medsos) sejak Jumat (8/1/2021).

Video perkelahian tersebut rata-rata berdurasi dua sampai tiga menit dan ramai dibagikan di media sosial baik facebook dan whatsapp. Bahkan dishare ke youtube. Beberapa sudah dihapus, namun masih ada yang menampilkannya dengan latarbelakang suara musik.

Sejumlah grup facebook ramai atas postingan sejumlah video perkelahian dua wanita yang diduga ketua kelompok masing-masing kubu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan