RSUD Padangsidimpuan Berhutang Alat Cuci Darah Rp 2,8 M, DPRD: Segera Audit!

Jumat, 03 September 2021 15:35
istimewa
Pasien sedang melakukan cuci darah

digtara.com – RSUD Padangsidimpuan menunggak hutang sewa selama tiga tahun (2018, 2019 dan 2020) sebesar Rp 2,8 Milliar kepada perusahaan penyedia alat cuci darah (Hemodialisa) di Jakarta. Akibatnya, pasien harus dibawa ke rumah sakit lain.

Tentu saja hal ini merepotkan pasien di RSUD Padangsidimpuan yang dirawat inap maupun rawat jalan, terutama jika pasien kritis.

Baca: Hajab! Mesin Cuci Darah di RSU Padangsidimpuan Tak Bisa Dipakai Karena Nunggak Utang 3 Tahun

“Terpaksa kita buat travel ke tempat lainlah sebentar untuk cuci darah” kata Dirut Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan kepada digtara.com, Jumat (3/9/2021).

Baca: 16 Bulan Insentif Nakes Tak Dibayar, Legislator: Wali Kota Irsan Efendi, Jujur Aja Mau Bayar Atau Tidak!

Masrip menjelaskan, persoalan itu muncul bukan di masa kepemimpinannya. Dirinya pun sudah meminta auditor BPKP Sumut untuk mengaudit hutang tersebut dan sudah mengusulkan pembayaran ditampung di P-APBD 2021 serta 2022.

“Meskipun itu bukan utang di masa saya sudah upayakan membayarkan itu dengan mengusulkan ke DPRD Padangsidimpuan,” tegasnya.

alat cuci darah
Surat dari penyedia alat hemodialisa. (istimewa)

Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Iswandy Arisandy sangat menyayangkan ketidakmampuan RSUD Padangsidimpuan dalam membayar alat cuci darah.

“Pertama kita sayangkan berhentinya operasional mesin hemodialisa karena hal ini berdampak langsung kepada pasien yang menjalani cuci darah khususnya di daerah Kota Padangsidimpuan,” ucap Iswandy Arisandy

Laman: 1 2

Berita Terkait