Makan Garam Tingkatkan Risiko Stroke 23%

  • Whatsapp
Makan Garam Tingkatkan Risiko Stroke 23%
Ilustrasi: Garam (Internet)

digtara.com – Makan garam sebanyak 2-3 gram per hari, disebut akan meningkatkan potensi risiko stroke hingga 23 persen.

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals Surabaya, dr Yanna Saelan, SpS seperti dilansir Okezone, Jumat (11/9/2020).

Sebaliknya, orang yang punya risiko stroke disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zinc. Begitu pula dengan penderita diabetes mellitus.

Muat Lebih

Makanan mengandung zinc dipercaya dapat memperbaiki fungsi otak. Pasien yang menerima suplementasi zinc harian (10 mg) selama 30 hari, memiliki pemulihan defisit neurologis yang lebih baik dibandingkan yang tidak. Zinc memainkan peranan penting dalam fungsi otak, bertindak sebagai mediator signal neuron sentral.

“Kalau fungsi otak diperbaiki bisa menurunkan risiko stroke,” tukasnya.

Yanna menuturkan, keluarga pasien stroke harus mengontrol asupan makanannya. Sebab asupan nutrisi sangat mempengaruhi proses penyembuhan.

Asupan nutrisi diterangkan pada dua hal, yaitu makro dan mikro nutrisi. Selain itu, Dokter Yanna juga menagatakan bahwa asupan nutrisi lain yang penting untuk pasien stroke adalah protein dan lemak baik.

“Dibutuhkan asupan protein dengan kadar protein 15-20% total kalori, dalam kondisi sakit 1,5-2 gram/KgBB/hari. Dengan 50-60% total kalori, kondisi sakit 60-70% dan asupan Lemak sejumlah 20-30% dari total kalori”, sebut Yanna.

Dokter Yanna menyebut bahwa asupan nutrisi tersebut bisa diperoleh dengan memperbanyak mengonsumsi ikan yang masih segar, juga buah dan sayur kaya serat.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Makan Garam Tingkatkan Risiko Stroke 23%

Pos terkait

Tinggalkan Balasan