Kamu Suka Onani, Ingat Ini Resikonya

ist / ilustrasi (ist / ilustrasi)

Medan – Bagi kamu yang suka mendapatkan kepuasan seks tanpa berhubungan badan alias onani. Ingat ada resiko yang harus diterima para pria. Onani atau masturbasi adalah sebuah cara untuk mendapatkan kepuasan seks dengan merangsang alat kelamin hingga klimak yang berakhir keluarnya cairan yang membawa sel sel sperma atau air mani dari kemaluan.

Hal yang sama juga dapat terjadi pada wanita tetapi frekuensinya sangat jarang jika dibandingkan dengan pria, Sabtu (15/12).

Mitos yang beredar di masyarakat mengenai dampak keseringan melakukan onani dapat memunculkan jerawat, kebutaan hingga masalah kejiwaan.

Muat Lebih

Baca juga :

Dikutip dari situs doktersehat.com, beberapa orang percaya bahwa manfaat onani bisa meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stres hingga meningkatkan produksi endorfin. Akan tetapi, dibalik manfaat onani yang bisa didapatkan, ada juga dampak negatif onani yang bisa terjadi, di antaranya:

Ejakulasi dini:
Sangat sering melakukan onani dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Pria yang melakukan onani beberapa kali sebelum melakukan hubungan seks, akan cenderung sulit mencapai klimaks.

Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas.

Iritasi kulit hingga fraktur penis :
Onani bisa dibilang sebagai aktivitas seksual paling aman. Hal ini dikarenakan risiko untuk terkena penyakit menular seksual tidak akan terjadi selama Anda melakukannya sendiri.

Meski begitu, cedera bisa muncul dalam bentuk iritasi kulit jika Anda melakukan onani terlalu sering dan kasar. Selain itu, onani dapat menyebabkan terjadinya fraktur penis yang disebabkan oleh adanya paksaan membengkokkan penis saat ereksi.

Rasa bersalah 
Resiko lainnya adalah membawa efek negatif secara psikologis, lantaran terbentur dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya, sehingga menjadikan seseorang merasa malu dan bersalah setelah selesai melakukan onani.

Tarik menarik antara kesenangan serta menahan diri berdampak pada nilai harga diri, tingkat kepercayaan diri, serta perasaan cinta. Perasaan bersalah yang ditimbulkannya juga memicu efek psikosomatis seperti sakit punggung, sakit kronis, dan sakit kepala.

Memengaruhi unsur-unsur kimia tubuh
Resiko onani selanjutnya adalah bisa memengaruhi otak berikut unsur-unsur kimia tubuh. Hal ini diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan onani tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul.

Apabila gaya hidup cenderung normal, akan tetapi mempunyai kebiasaan onani sebaiknya kurangi aktivitas seksual tersebut untuk mengurangi keluhan. Apabila keluhan tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif
Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan onani sebanyak 6 kali dalam sehari—bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya.

Apabila tidak mampu menyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsif dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan, harga diri, hubungan dengan pasangan, keuangan, hingga hubungan sosial.

Memicu terjadinya prostat
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria muda yang sering melakukan onani memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun sebaliknya, pada pria lebih tua, aktivitas onani justru dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Walau demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Setelah Anda mengetahui efek samping onani seperti yang dijelaskan di atas, Anda juga perlu mengetahui manfaat onani, antara lain:

Membantu menguatkan otot panggul
Seiring bertambahnya usia, maka kekuatan otot bisa semakin berkurang. Seperti halnya seks yang teratur, manfaat onani juga bisa membantu menguatkan otot dasar panggul Anda, di mana hal ini pada akhirnya akan mencegah terjadinya impotensi.

Membuat Anda bertahan lebih lama
Manfaat onani lainnya adalah berguna untuk menunda mendapatkan orgasme. Melakukan onani satu jam sebelum melakukan penetrasi akan memberikan Anda kemampuan untuk mengontrol ejakulasi lebih baik. Onani memberi gambaran pada Anda sendiri mengenai berapa lama waktu yang diperlukan untuk ejakulasi.

Meningkatkan hormon kortisol
Manfaat onani selanjutnya adalah meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Meningkatnya kadar kortisol ini dapat membantu Anda menekan stres. Stres sendiri dapat dipengaruhi oleh stres fisik dan emosional. Selain itu, efek onani lainnya adalah menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik meskipun dalam dosis yang kecil.

Menjaga suasana hati
Manfaat onani yang satu ini tentu menjadi harapan banyak orang karena bisa membuat seseorang lebih bahagia. Dampak onani yang terjadi pada tubuh ini mampu meningkatkan zat kimia seperti dopamin dan oksitosin di dalam tubuh. Hormon dopamin pada otak berfungsi sebagai zat kimia pembawa pesan antara sel saraf. Hormon ini dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia.

Sedangkan hormon oksitosin bermanfaat dalam berbagai tingkah laku manusia, seperti orgasme, kedekatan sosial, dan sikap keibuan. Untuk alasan inilah hormon oksitosin terkadang dianggap sebagai hormon cinta. Dampak oksitosin pada tingkah laku dan respons emosi juga terlihat dalam membangun kepercayaan, ketenangan, dan stabilitas psikologi.

Pada akhirnya, menjalani aktivitas onani yang ‘sehat’ sebaiknya disertai dengan kesadaran untuk tidak melakukannya secara berlebihan, jika onani dilakukan berlebihan maka manfaat onani bisa berubah menjadi bahaya onani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan