Ini 5 Keluhan Seks yang Dirasakan Pasangan Suami Istri

Selasa, 25 Desember 2018 14:21

digtara.com | JAKARTA – Setiap pasangan pasti memiliki masalah terkait hubungan seksual. Dari begitu banyak masalah yang dikeluhkan, seorang terapis seksual, Jesse Zimmerman mengungkapkan lima hal paling umum dikeluhkan oleh pasangan.

Berikut ini seperti dilansir dari Mind Body Green sebagai berikut:

Frekuensi
Bagi sebagian besar pasangan yang datang untuk melakukan terapi, hal ini menjadi masalah yang kerap ditemukan. Tidak seperti matematika yang bisa dihitung dengan pasti, berhubungan seksual adalah tentang bagaimana membuat hubungan intim yang benar-benar mengikat dua orang.

Dalam sebuah hubungan, pasti ada satu orang yang ingin lebih banyak berhubungan seksual dan ada yang tidak. Yang jadi masalah adalah jika hal tersebut tidak bisa dikendalikan. Orang yang ingin lebih sering berhubungan seks cenderung merasa ditolak, tidak diinginkan dan tidak penting. Sementara yang tidak terlalu ingin sering berhubungan seksual akan merasa tertekan, merasa ada yang salah dengan mereka.

Cara mengatasinya adalah coba pahami bahwa hasrat seksual tidak muncul begitu saja dan perlu kesempatan untuk menciptakannya, untuk terangsang dan tertarik. Daripada langsung bilang tidak, pertimbangkan untuk mengatakan ‘Mungkin’. Lalu mulailah bicara, berciuman, menyentuh dan hal lain yang disukai pasangan.

Inisiatif
Akan selalu ada pasangan yang bisa lebih ekspresif. Dia cenderung bisa berpikir tentang seks dan bisa terangsang dengan mudah dan spontan. Namun, ada juga pasangan yang lebih pasrah pada keadaan. Untuk itu, keduanya harus sama-sama bisa menerima bahwa sah-sah saja jika sedang tidak bergairah dan gairah yang meletup-letup juga merupakan hal yang normal.

Semua orang memiliki selera berbeda, begitu pun dalam urusan ranjang. Satu orang mungkin menginginkan hal yang berbeda dengan lainnya. Untuk mengatasinya, coba keluar dari zona nyaman dan mencoba hal menarik bersama pasangan. Entah ciuman atau seks oral, cobalah untuk mengembangkan kenyamanan. Tapi masih ada cara lain, yaitu coba bicarakan dengan pasangan dan mencari solusinya.

Pasangan menonton film porno dan atau masturbasi
Normal melakukan seks solo alias masturbasi, bahkan jika sudah memiliki pasangan. Ini adalah dua hal yang berbeda. Jika seks dengan pasangan adalah kolaborasi saling memberi dan menerima, seks solo adalah kesempatan untuk mengeksplor titik erotis dan pelampiasan hasrat yang cepat.

Wajar jika pasangan tertarik atau menemukan sesuatu yang merangsang mereka selain pada pasangannya. Meski berpasangan, kita tidak bisa mengendalikan apa yang ada di pikiran pasangan kita.

Untuk itu, selama kehidupan seks menyenangkan dan terpenuhi, lepaskan kekhawatiran akan fakta bahwa pasangan mencari sesuatu selain dari diri Anda untuk membuatnya terangsang. Bagi sebagian orang, pornografi hanya medium erotis yang merangsang dan membangkitkan imajinasi mereka.

Menghindari seks
Masalah yang dihadapi pasangan umumnya akan berdampak pada kehidupan seksual. Mereka akan mulai menghindari seks. Untuk itu, berdamailah dengan hal yang membuat hubungan seks terlihat negatif dan jangan menghindarinya, melainkan Anda harus menghadapinya. [WIN]

Berita Terkait