Mahasiswa Tuntut Transparansi Keuangan Universitas Sumatera Utara

  • Whatsapp
Mahasiswa USU Tuntut Transparansi Keuangan Universitas
Aliansi Mahasiswa USU Menuntut (AMUM) memasang spanduk meminta manajemen Universitas Sumatera Utara menurunkan besaran uang kuliah tunggal. Desakan itu disampaikan karena mahasiswa resah dengan kondisi keuangan orangtua mereka yang terdampak pandemi covid-19. (Digtara)

digtara.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa USU Menuntut (AMUM) mengajukan protes kepada manajemen Universitas Sumatera Utara (USU). Mereka menuntut transparansi pengelolaan keuangan dari manajemen universitas semasa pandemi virus korona (covid-19).

Protes para mahasiswa itu dilandasi oleh keresahan mereka yang hingga saat ini belum mendapat penjelasan dari manajemen universitas. Utamanya terkait penurunan uang kuliah tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang diberlakukan pada mereka.

Disamping itu, keresahan mahasiswa semakin memuncak karena manajemen universitas yang selama ini dinilai kurang responsif. Seperti halnya terkait kebijakan subsidi daring yang seharusnya diberikan kepada mahasiswa reguler maupun jalur mandiri selepas pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

Muat Lebih

Besar subsidi yang diberikan juga dirasa sangat tidak sebanding dengan kebutuhan mahasiswa selama menjalani kuliah daring. Yaitu sebesar Rp150 ribu untuk 3 bulan perkuliahan.

“Kami meminta manajemen universitas segera menjawab keresahan kami ini,” sebut AMUM dalam keterangan tertulisnya kepada digtara.com, Senin (10/8/2020).

Untuk diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, telah memberikan respon terhadap keadaan yang dialami oleh mahasiswa. Respon itu disampaikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikud) nomor 25 tahun 2020. Permendikbud yang ditandatangani tanggal 19 Juni 2020 itu tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kemendikbud. Akan tetapi hingga saat ini pihak rektorat belum mengeluarkan kebijakan lebih lanjut menanggapi permendikbud tersebut.

Aliansi Mahasiswa USU Menuntut (AMUM) sendiri telah melayangkan somasi pada Rektor USU. Mereka memberikan tenggat waktu pada Rektor USU untuk memberikan penjelasan terkait tuntutan mereka hingga Senin, 11 Agustus 2020. Namun hingga tenggat waktu yang telah diberikan pihak rektorat tidak memberikan respon apapun.

 

Survei AMUM…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan