WALHI Kutuk Pemukulan Pendemo Tolak Tambang di Aceh Tengah

Senin, 08 April 2019 16:44

digtara.com | BANDA ACEH – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mengutuk tragedi pemukulan peserta aksi massa tolak tambang PT. Linge Mineral Resource di Aceh Tengah.

Pemukulan terhadap salah seorang peserta aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian dan oknum Satpol PP merupakan bentuk arogansi lembaga penegak hukum. Yang seharusnya mereka mengayomi dan mengawal aksi massa, sehingga massa dapat menyampaikan aspirasi dengan baik.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Aceh, Muhammad Nur mengatakan untuk itu, WALHI Aceh mendesak Kapolres Aceh Tengah dan Komandan Satpol PP Aceh Tengah untuk memproses anggotanya yang diduga melakukan pemukulan kepada peserta aksi, jika terbukti maka harus ada sanksi kepada oknum tersebut.

Aksi massa tolak tambang PT. Linge Mineral Resource di Aceh Tengah merupakan bentuk kesadaran masyarakat akan dampak yang akan terjadi jika tambang hadir di daerah mereka.
Dengan luas areal 9.684 ha yang diusulkan dalam rencana AMDAL PT. Linge Mineral Resource tentunya akan terjadi dampak yang cukup serius terhadap kondisi ekologis di Aceh Tengah. Terlebih Aceh Tengah merupakan hulu dari berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Aceh.

Pemerintah Aceh Tengah harus menaruh perhatian serius terhadap kondisi ini, Aceh Tengah dikenal dunia dengan komoditas kopi, bukan tambang. Untuk itu, pemerintah Aceh Tengah harus lebih selektif dalam menerima investasi asing yang berdampak terhadap lingkungan dan merugikan masyarakat dengan munculnya bencana ekologis nantinya.

WALHI Aceh mengingatkan kepada Pemerintah Aceh untuk lebih hati-hati dalam memberikan rekomendasi untuk kepentingan tambang PT. Linge Mineral Resource. Jangan sampai menjadi masalah hukum di kemudian hari dan muncul gejolak penolakan tambang di tengah masyarakat.

PT. Linge Mineral Resource mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi pada tahun 2009 dari Bupati Aceh Tengah dengan nomor 530/2296/IUP-Eksplorasi/2009 dengan luas area 98.143 ha.

Kemudian pada tahun 2019 PT. Linge Mineral Resource akan menyusun AMDAL untuk mendapatkan Izin Lingkungan dengan area yang diusulkan 9.684 ha berlokasi di Proyek Abong, Des Lumut, Desa Linge, Desa Owaq, dan desa Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, dengan target produksi 800.000 ton/tahun omoditas Emas dan turunannya.[M Asqal]

Berita Terkait