Walhi Bentuk Tim Investigasi Untuk Ungkap Fakta Kematian Golfrid Siregar

Selasa, 15 Oktober 2019 20:55
Direktur Walhi Sumut, Dana Tarigan (ist/net)

digtara.com | MEDAN – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil dan juga keluarga Golfrid Siregar, membentuk tim investigasi bersama. Tim yang terdiri dari 17 orang itu, sudah bekerja mencari fakta-fakta yang dibutuhkan untuk mengungkap penyebab sebenarnya kematian Golfrid Siregar.

“Tim investigasi sudah dibentuk lima hari lalu, terdiri 17 orang. Saat ini masih mencari fakta,”sebut Direktur Walhi Sumut, Dana Tarigan, di Medan, Selasa (15/10/2019).

Tim investigasi tersebut, lanjut Dana, akan bekerja hingga Kamis 17 Oktober 2019 mendatang. Mereka pun berharap, dapat dilibatkan oleh kepolisian dalam mengungkap tabir dibalik tewasnya Golfrid.

“Tim investiagsi dibentuk karena ketidakpuasan terhadap penyelidikan polisi. Kami mau ada bentuk tim pencari fakta. Sehingga bisa kita terima,” katanya.

“Kita mau dilibatkan agar tidak timbul asumsi. Kematiam korban ini mungkin saja bukan kecelakaan tunggal,” imbuhnya.

Diungkapkannya, saat ini pihaknya masih berupaya untuk berkoordinasi dan meminta untuk diungkapnya rekaman cctv. Begitu juga dengan hasil visum dan autopsi.

“Keluarga perlu mengetahui. Masih banyak tanda tanya terkait kematian Golfrid. Jangan digiring isunya soal cairan dilambung,”timpalnya.

Untuk diketahui, Aktivis HAM dan juga Walhi, Golfried Siregar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Underpass Titi Kuning, Medan pada Kamis 3 Oktober 2019 sekitar pukul 01.00 dini hari.

Ia ditemukan oleh penarik becak yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Oleh penarik becak tersebut, kemudian korban dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik.

Walhi Sumut menilai banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfried. Sebab, kepala korban mengalami luka serius, seperti dipukul keras dengan senjata tumpul. Hal itupun dilaporkan ke polisi.

Total saksi yang diperiksa polisi berjumlah 16 orang. Dari mereka tiga dijadikan tersangka karena melakukan pencurian dengan pemberatan. Dugaan sementara polisi, Golfrid tewas karena kecelakaan tunggal.

[AS]

Berita Terkait