Sstt… Ini Status Facebook Hasyim Prasetyo Sebelum Ditemukan Tewas

Selasa, 08 Januari 2019 00:00
Status Update terakhir Hasyim Prasetyo di Facebook sebelum akhirnya ditemukan tewas di Kamar C21, Hotel Central, Kisaran

digtara.com | ASAHAN – Pasangan kekasih Hasyim Prasetyo (33) dan Depi Istiana (22) ditemukan tewas bersimbah darah di Kamar C12, Hotel Central, Jalan Sei Gambus, Kisaran, Asahan, Senin (7/1/2019) siang tadi.

Polisi hingga kini masih mendalami motif di balik tewasnya pasangan tersebut. Apakah merupakan pembunuhan atau bunuh diri.

Polisi masih bekerja menelusuri barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, dengan keterangan-keterangan saksi yang mengetahui, atau mengenal kedua korban.

Digtara berusaha menelusuri pribadi korban Hasyim Prasetyo dan Depi Istiana melalui akun media sosial Facebook. Namun hanya profile Hasyim yang berhasil ditemukan.

Dari akun Facebook-nya, Hasyim diketahui bekerja di salah satu perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang cukup terkenal di Indonesia. Dia bekerja dengan posisi sebagai salesman.

Akun tersebut memiliki 1329 teman dengan 240 akun pengikut. Akun tersebut terakhir kali menggunggah pembaruan (status) pada 6 Januari 2019 pada pukul 09:11, atau beberapa saat sebelum Hasyim check in ke Hotel Central, tempat ia dan kekasihnya Depi akhirnya ditemukan tewas.

“Ketika smu mngetahui apa yg trjdi mngkin kalin akan mnggap aku adlh orng paling bodoh dan tollol yg prnah anda knal.. Aq tau dunia tak slebar daun kelor..yg aku lakukan ini adalah pmbuktian suatu prjuangan mmprthankn dan kesungguhan,”tulis status facebook tersebut.

Belum diketahui apakah unggahan itu berhubungan langsung dengan kasus penemuan mayat Hasyim di kamar Hotel Central. Namun berdasarkan keterangan Polisi, saat ini  tengah dilakukan pengembangan penyelidikan atas kasus penemuan mayat itu.

Polisi masih mencari motif di balik tewasnya Hasyim dan Depi. “Kita masih dalami motifnya,”kata Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kabid Humas Polda Sumatera Utara.

Kasus ini sendiri bermula ketika seorang petugas keamanan Hotel Central bernama Fahmi, menggedor pintu kamar C12 untuk mengingatkan penghuni kamar agar segera check out. Itu dilakukan Fahmi sekitar pukul 12:00 WIB siang tadi, karena terhitung waktu tersebut, penyewaan atas kamar tersebut sudah lebih dari 24 jam. Namun setelah digedor, tak ada jawaban dari dalam kamar.

Fahmi kemudian melaporkan kondisi itu ke manager hotel bernama Hera, yang kemudian memerintahkan seorang office boy bernama Joko Priono untuk mengambil kunci cadangan ke gudang hotel. Sekitar pukul 13:00 WIB, kunci diserahkan kepada Fahmi yang kemudian membuka kamar C12 tersebut. Saat itu ditemukan penghuni kamar dalam kondisi bersimbah darah.

Mayat Hasyim Prasetyo berada dilantai dengan posisi terlungkup, dan kepala juga pecah.

Sedangkan mayat Depi Istiana ditemukan dalam keadaan hanya menggunakan Bra dan celana dalam dibawah pantat, serta posisi kaki bertekuk dilantai dalam posisi berlutut menghadap tempat tidur. Sementara badannya jatuh di atas tempat tidur dalam keadaan terlungkup bersimbah darah pada bagian kepala.

[FB/AS]

Berita Terkait