Serem ! Ini Fakta Mengejutkan Pasca Olah TKP Kasus ‘Dua Sejoli’ Tewas dengan Senjata Api

Selasa, 08 Januari 2019 12:58

digtara.com | ASAHAN – Tim Polda Sumut bersama Labfor dan Satreskrim Polres Asahan pasca melakukan olah TKP di kamar C12 Hotel Central di jalan Sei Gambus, Kisaran Barat, Kota Kisaran, Sumatera Utara menemukan fakta mengejutkan atas kasus bunuh diri sepasang kekasih Hasyim Prasetya (33) warga Bunut Barat dan Depi Istiana (22) warga Pondok Karang Air dengan menggunakan senjata api rakitan berpeluru kaliber 5,56 mm pada Senin 7 Januari 2019 lalu.

Diketahui bahwa Depi tewas ditembak dengan jarak 2 meter dimana tembakan diarahkan dari pelipis sebelah kiri dan menembus kepala. Proyektil peluru pun masih menempel di dinding sebelah kanan kamar hotel kalau dilihat dari pintu masuk pengunjung.
Diperkirakan, korban langsung tewas setelah ditembak. Korban ditemukan hanya menggunakan bra (BH) bermotif garis merah dengan posisi telungkup dan setengah badan di atas kasur.

Sedangkan Hasyim tewas dengan luka tembakan dibagian kening sebelah kanan yang membuat kepala korban dalam kondisi pecah. Dipastikan, senjata ditembakkan dengan cara di tempel ke kepala karena terdapat bekas gosong atau panas di bekas tembakan. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan posisi telungkup mengarah pintu kamar. Hal ini dibeberkan Kasatreskrim Polres Asahan AKP Riki Paripurna Atmaja.

“Ya setelah dilakukan olah TKP ada ditemukan luka bakar di bekas tembakan korban pria sedangkan yang perempuan tembus di bagian kepala,” bebernya.

Polisi pun masih berusaha mengungkap asal muasal senjata api rakitan yang digunakan untuk kasus bunuh diri tersebut. Dari informasi sementara kata Riki, Hasyim pernah ingin menjual senjata tersebut di pasar gelap namun ia (Hasyim) tidak memberitahukan dari mana asal muasal senjatanya. Namun. dari selongsong yang ditemukan, senjata yang cocok untuk peluru tersebut yakni laras panjang M16 dan SS1.

Sebelum keduanya tewas, Hasyim dan Depi sempat berkomunikasi via pesan singkat. dari data yang dikumpulkan Kamis, 3 Januari hingga Jumat 4 Januari 2019 bahwa “Hasyim ingin bertemu Depi untuk terakhir kalinya karena Depi tidak akan bisa bertemu dengan Hasyim lagi. Depi pun bertanya Hasyim mau pergi kemana, apakah pergi dengan cewek lainnya”. percakapan berlanjut “Hasyim : Aku pingin sama mu. Namaku itu Hasyim Prasetya yang artinya orang yang setia bukan Hasyim prasetan”.

Komunikasi keduanya terakhir terjadi pada Minggu, 6 Januari pukul 08.30 wib dimana Hasyim mengajak Depi untuk bertemu di Hotel Central. Kamar C12 yang di cek in atas nama Hasyim pada Minggu, 6 januari 2019 menjadi saksi bisu hubungan keduanya bak dalam film Romeo and Juliet.

Dia menjelaskan, proses olah TKP sudah selesai hingga tadi malam sekitar pukul 20.00 wib. mayat keduanya juga sudah dibawa keluarga namun hingga saat ini TKP masih ditutup.

“Hingga saat ini TKP masih ditutup, petugas masih mencari bukti tambahan lainnya dan police line di kamar masih dipasang sedangkan yang di halaman sudah dicopot,” ucap Riki. (win)

Repoter : Putrasyah Nasution

Berita Terkait