Tiga Catatan Penting Pansus Covid-19 Kepada GTPP Sumut

  • Whatsapp
Pemberian Dokumen Rekomendasi Pansus Covid-19 kepada GTPP Sumatera Utara (digtara.com/mag-3)

digtara.com – Wakil ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19, Ahmad Hadian membacakan catatan pansus Covid-19 secara bergantian bersama anggota pansus lainnya tentang pelaksanaan refocussing APBD Provinsi Sumut 2020 tahap I kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, di ruang aula gedung baru DPRD Sumut, Senin (3/7/2020). Tiga Catatan Penting Pansus Covid-19 Kepada GTPP Sumut

Dalam melaksanakan pengawasannya, Pansus memfokuskan perhatian pada tiga hal utama.

Pertama, terkait belanja bidang kesehatan. Didapati tunjangan sebagian besar tenaga kesehatan yang khusus menangani kasus belum dibayar.

Muat Lebih

Status perjanjian kerjasama dengan beberapa RS. Swasta, semisal RS. Martha Friska, yang ditunjuk pemprovsu belum jelas. Ketersediaan alat pelindung diri juga terbatas dan kurang baik hingga kapasitas uji coba laboratorium dan alat PRC tidak memadai.

Baca: DPR RI akan Bentuk Pansus Divestasi Saham Freeport

Kedua, menyoal pengadaan jaring pengaman sosial (JPS). Dalam pengadaan dan penyaluran paket sembako ditemui para vendor yang tidak profesional sehingga banyak yang dicurangi. Adanya beberapa kabupaten kota yang belum menuntaskan JPS tahap pertama.

Data penerima manfaat antara GTPP Sumut dengan GTPP Kabupaten Kota tidak sinkron. Alokasi anggaran untuk JPS juga terlalu jauh lebih besar timbang untuk kesehatan.

Baca: Masyarakat Kerap Salah Kaprah, GTPP Covid-19 Ganti Istilah New Normal

Ketiga, perihal penanganan dampak ekonomi untuk menjaga dunia usaha daerah tetap hidup. GTPP pemprov belum memiliki data valid terkait jumlah tenaga kerja dan pelaku usaha UMKM yang terdampak.

Terlalu Kecil

Sedangkan anggaran untuk menstimulus juga terlalu kecil hingga minimnya koordinasi dengan pelaku usaha di Sumatera Utara.

Baca: Kunjungan WNA Asal Malaysia Melonjak ke Sumut saat Pandemi Covid-19

“Kami berharap Gubernur dapat memenuhi persyaratan dari WHO dan Pemerintah Pusat sebelum menerapkan kehidupan New Normal,” kata Ahmad Hadian.

Adapun saat rapat berlangsung, pansus mendapati kejanggalan karena terdapat beberapa kata dalam dokumen rekomendasi tersebut, yang sebelumnya telah dibahas, dihilangkan. Alhasil rapat kembali dilanjutkan dengan mengedit naskah hingga selesai. [Mag-3]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Tiga Catatan Penting Pansus Covid-19 Kepada GTPP Sumut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan