TGB Zainul Majdi Ungkap Alasan Gabung ke Perindo Usai Dilantik Jadi Ketua Harian

Sabtu, 06 Agustus 2022 19:50
int
Harry Tanoe melantik TGB Zainul Mahdi sebagai Ketua Harian Partai Perindo

digtara.com – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB), Zainul Majdi kini resmi menjabat Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo, Sabtu (6/8/2022).

TGB Zainul Majdi dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo yang ditandai dengan pemberian jaket Paket Perindo oleh Hary Tanoesoedibjo.

Dalam kata sambutannya, TGB menyampaikan terima kasih kepada Hary Tanoe atas penunjukkan dirinya sebagai Ketua Harian Nasional DPP Partai Persatuan Indonesia.

“Di tempat yang baik ini, saya berdiri di depan bapak-bapak dan ibu semua sebagai anggota kader dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang memegang amanah dari Ketua Majelis Persatuan Partai dan Ketua Umum Partai Perindo HT, sebagai Ketua Harian Nasional DPP Perindo,” jelas TGB.

TGB juga menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia berjanji siap mengemban tugas dengan baik.

“Atas kepercayaan dan amanah yang diberikan dan Insya Allah saya akan ikhtiarkan untuk bisa mengemban dengan sebaik-baiknya,” ungkap TGB.

Selain itu, TGB mengungkapkan alasan memilih bergabung di Partai Perindo. TGB melihat Partai Perindo memiliki beberapa keunikan.

“Saya melihat bahwa partai persatuan Indonesia memiliki beberapa keunikan. Ada hal-hal yang fundamental yang menyebabkan saya tertarik ke Perindo,” tuturnya.

Keunikan tersebut di antaranya perihal nama Partai Perindo yang bukan menunjukkan jati diri partai saja, namun bertujuan menjaga persatuan Indonesia.

“Salah satu di antaranya adalah nama dari partai kita, Partai Persatuan Indonesia. Bukan hanya nama, namun ini menunjukkan jati diri dari partai ini bahwa kerja-kerja kita memang ditujukan untuk menjaga Indonesia, menjaga persatuan Indonesia,” terang TGB.

TGB mengungkapkan, tanpa persatuan maka hilanglah marwah sebagai satu bangsa. Selain itu, tanpa persatuan keberagaman akan berujung pada perpecahan.

“Hanya dengan semangat dan etos persatuan itulah maka kita bisa berharap Indonesia panjang umur sepanjang adanya, Insya Allah,” ungkap TGB.

Lebih lanjut, persatuan Indonesia juga, kata TGB, menjadi bagian dari salah satu sila dalam Pancasila.

“Persatuan Indonesia yang ternyata tidak hanya merupakan sesuatu yang hidup di dalam alam pikiran kita, tapi juga menjadi jiwa dari salah satu sila dalam Pancasila,” tandas TGB.

Ulama yang Nasionalis dan Berpengalaman

Laman: 1 2

Berita Terkait