Tengok Rekam Jejak Calon melalui Media Digital, Begini Tipsnya

Kamis, 12 November 2020 10:20
internet

digtara.com – Ada yang berbeda dari Pemilihan Serentak 2020 karena dilaksanakan di tengah situasi pandemi. Kini kita tidak lagi menemukan adanya kampanye akbar seperti rapat umum di lapangan terbuka, konser musik, perlombaan olahraga dan kegiatan-kegiatan lain yang menyedot banyak warga berkumpul. Tengok Rekam Jejak Calon melalui Media Digital, Begini Tipsnya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan aturan melarang seluruh kegiatan-kegiatan tersebut, digantikan dengan kampanye lewat media massa atau media sosial (daring). Meskipun begitu, kampanye lewat pertemuan langsung tetap diperbolehkan sepanjang hanya diikuti oleh maksimal 50 orang saja.

Lalu bagaimana cara pemilih mengenali, mengidentifikasi dan mengetahui visi, misi, dan program para calon kepala daerah? Salah satu metodenya adalah melihat rekam jejak calon lewat media digital.

Seluruh kandidat kepala daerah pasti memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial untuk berkampanye, menyampaikan gagasan, menawarkan program serta menampilkan visi dan misi masing-masing. Metode kampanye melalui dianggap efektif di tengah masa pandemi seperti sekarang ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik menyebut pemilih kini tidak perlu lagi berduyun-duyun datang ke lapangan terbuka atau berhimpitan datang ke kampanye tertentu untuk mengenal lebih jauh calon kepala daerah.

Pemilih sekarang cukup menelusuri rekam jejak masing-masing kandidat lewat gawai. Metode ini lebih fleksibel karena bisa dilakukan di manapun tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kita harus bisa memanfaatkan teknologi dengan efektif selama masa kampanye, misalnya dengan mencari seluruh rekam jejak calon kepala daerah dengan menggunakan gawai. Kampanye kepala daerah tahun ini kita dorong berbasis digital, agar pemilih tidak perlu lagi keluar rumah untuk mengenal calon kepala daerah. Cukup lewat media daring saja,” ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Prof Dr Widodo Muktiyo.

Laman: 1 2

Berita Terkait