Survey Mengatakan… Kepuasan Rakyat ke Jokowi Menurun

Minggu, 26 September 2021 18:04
ist
Presiden Jokowi ingatkan Kapolda dan Kapolres untuk tidak menghadaikan kewibawaan

digtara.com – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil temuan terbaru dari survei yang dilakukannya. Salah satunya mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengatakan sejak sebelum pandemi COVID-19, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi memang mengalami penurunan. Hingga kini, masyarakat yang sangat puas berjumlah 2,3 persen dan cukup puas 55,8 persen.

“Kepuasan terhadap Presiden, jadi yang sangat puas atau cukup puas terhadap kinerja presiden secara umum itu ada 58,1 persen. Kabar baiknya itu masih di atas 50 persen. Tetapi trend penurunannya, ini penurunannya belum berhenti dibanding sebelum pandemi. Sebelum pandemi itu sekitar 70-an persen yang puas dengan kinerja presiden, jadi trendnya masih menurun,” kata Burhanuddin, melansir viva.co.id, Minggu (26/9/2021).

Baca: Diresmikan Jokowi, Ini Kelebihan Rusun Pasar Rumput Senilai Rp970 M

Burhanuddin mengatakan, banyak di negara-negara lain yang mengalami pandemi seperti Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemimpinnya turun drastis. Seperti yang terjadi di Brazil dan juga di Meksiko.

Maka meski menurun, angka kepuasan terhadap Jokowi menurutnya masih cukup baik.

“Mendapat angka 58 persen menurut saya merupakan suatu hal yang patut disyukuri meskipun tadi saya sebut ya trend turunnya belum berhenti, tadi saya sebut sebelum (pandemi) 72 persen jadi cukup lumayan turunnya,” jelasnya.

Baca: Ditegur Jokowi Soal APBD Rp1,8 T Mengendap di Bank, Ini Jawaban Bobby

Ada beberapa hal yang mempengaruhi turunnya kepuasan rakyat terhadap Jokowi. Salah satunya, jelas Burhanuddin yaitu terkait penerapan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

“Salah satu penjelasannya adalah ini ada kaitannya dengan PPKM, jadi PPKM ini dipersepsi positif dari dimensi kesehatan tetapi dari sisi dimensi ekonomi itu persepsi responden itu buruk. Mungkin presiden dalam konteks ini, itu lebih menitikberatkan kesehatan,” ujar Burhanuddin.

Laman: 1 2

Berita Terkait