Diantar Langsung ke Gedung KPK, Barang Bukti DPRD Sumut Dituding Direkayasa

Jumat, 11 Juni 2021 21:35
istimewa
Tangkap layar suasana Forum diskusi virtual yang diselenggarakan Lazzaro Law Firm.

digtara.com – Terkait kasus suap uang ketok eks Gubernur Sumut (Gubsu), Gatot Pujonugroho, yang menjerat 64 anggota DPRD Sumut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituding tidak profesional saat menghadirkan barang bukti yang dinilai direkayasa

Hal Ini diketahui dari Rinto Maha, kuasa hukum eks anggota DPRD Sumut saat mencecar Randiman Tarigan dan Ali Nafiah yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Rahmianna, Syafrida Fitrie, Washington Pane, Restu Kurniawan, Jhon Hugo Silalahi.

“Ini surat berita acara penyitaannya di antar ke kantor penyidik bukan dalam dua kali penggeledahan. Saya pernah cecar Randiman (Tarigan) dan Ali Nafiah.

Baca: Website PPDB Jadi Keluhan Orang Tua Siswa, Ini Respon Ketua DPRD Sumut

Barang bukti diteken di depan penyidik,” kata Rinto dalam Forum Diskusi virtual yang diselenggarakan Lazzaro Law Firm.

Forum diskusi ini juga menghadirkan Pakar Hukum Pidana UKI, Dr Mompang L Panggabean, advokat Patrice Rio Capela, dan advokat Rinto Maha.

Baca: Ribuan Guru Honor di Madina 6 Bulan Tak Gajian, Ketua DPRD Madina: Sepekan Harus Tuntas!

Rinto menuding kalau barang bukti kertas HVS dibuat Alinafiah berdasarkan perintah Randiman ditandatangani di depan penyidik KPK dengan registrasi BB 76.1 s/d 76.87.

Anehnya, barang bukti ini kemudian diantarkan oleh Randiman dan Alinafiah pada 5 November 2015 ke kantor KPK yang beralamat di Jalan HR Rasuna Sait Kav C-1, Jakarta Selatan.

Baca: Pasca Ungkap Kasus Dugaan Suap, Hak-hak Marataman Sebagai Anggota DPRD Banyak Dikebiri

Padahal surat perintah penyidikan (sprindik) dan perintah penyitaan ditandatangani tanggal 3 November 2015. “Ini berarti ada rentang dua hari setelah penyitaan dilakukan barulah barang bukti itu diantar oleh Ali Nafiah,” kata Rinto.

Hal ini diketahui dalam serah terima barang bukti ditandatangani oleh Ali Nafiah di Jakarta 5 November 2015. Sedangkan penyidik KPK yang menerima barang bukti adalah HN Christian dengan bubuhan tanda tangannya.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait