Polisi Temukan Tisue Magic Hingga Pesan Bernada Sensual

Senin, 07 Januari 2019 21:17

digtara.com | ASAHAN – Ada aroma sensualitas dalam kasus dugaan pembunuhan sepasang kekasih Hasyim Prasetyo (33) dan Depi Istiana (22) di Kamar C12, Hotel Central, Jalan Sei Gambus, Kisaran, Asahan, Senin (7/1/2019) siang tadi.

Itu terlihat dari temuan obat kuat berupa tissue magic bermerek Power Magic di lokasi kejadian. Polisi juga menemukan bukti secarik kertas berisikan pesan berbau sensual.

“Mamak, tolong buangkan guli-guli di kelaminku. Uang tambah ATM Pin ..3…3. 1 Juta sama mamak Dedi lontong kawan kerja tambah tabungan wirit,”tertulis di kertas tersebut.

Polisi kini masih menyelidiki apakah tulisan di kertas itu merupakan tulisan korban. Atau tulisan orang lain yang seolah-olah dibuat sebagai pesan kematian korban.

“Kita masih kembangkan penyelidikannya,”kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombs Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada digtara.com.

Aroma sensualitas semakin kuat, melihat kondisi mayat kedua korban yang ditemukan tanpa busana. Mayat Hasyim Prasetyo berada dilantai dengan posisi terlungkup, dan kepala dari warga Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, Asahan itu juga pecah.

Sedangkan mayat Depi Istiana ditemukan dalam keadaan hanya menggunakan Bra dan celana dalam dibawah pantat, serta posisi kaki bertekuk dilantai dalam posisi berlutut menghadap tempat tidur. Posisi badan warga Pondok Karang Air, Lingkungan III, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kota Kisaran itu, jatuh diatas tempat tidur dalam keadaan terlungkup bersimbah darah pada bagian kepala.

Polisi sendiri hingga kini masih menyelidiki motif dugaan pembunuhan tersebut. Apakah persoalan sensual menjadi motif utama dalam dugaan pembunuhan itu, atau ada motif lain yang terbungkus dalam aroma sensual tersebut.

“Saat ini tim kita masih bekerja untuk memastikan motifnya,”tandas Tatan.

Tatan menceritakan, penemuan mayat bermula ketika sekira pukul 12:00 WIB, seorang petugas keamanan hotel bernama Fahmi, menggedor pintu kamar C12 untuk mengingatkan penghuni kamar agar segera check out, karena penyewaan mereka sudah lebih dari 24 jam. Namun setelah digedor, tak ada jawaban dari dalam kamar.

Fahmi kemudian melaporkan kondisi itu ke manager hotel bernama Hera, yang kemudian memerintahkan seorang office boy bernama Joko Priono untuk mengambil kunci cadangan ke gudang hotel.

“Sekitar pukul 13:00 WIB, kunci diserahkan kepada Fahmi yang kemudian membuka kamar C12 tersebut. Saat itu ditemukan penghuni kamar dalam kondisi bersimbah darah,”tutupnya.

[AS/PUT]

Berita Terkait