Polisi Jangan Dituding Politis Soal Penangkapan Bagus Bawana Putra

Rabu, 09 Januari 2019 15:18
Foto/Net

digtara.com | MEDAN – Penangkapan terhadap Bagus Bawana Putra, tersangka pembuat hoax yang menyebut 7 kontainer surat suara sudah tercoblos harus dilihat dari sisi penegakan hukum murni. Hal ini disampaikan Pengamat politik Universitas Negeri Medan (Unimed) Bakhrul Khair Amal. Menurutnya, tudingan yang menyebut penangkapan pembuat hoax tersebut karena polisi terlibat hal-hal politis merupakan tudingan yang tidak mendasar.

“Kita harus melihat besarnya keresahan yang ditimbulkan oleh informasi bohong yang dimunculkannya,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Bakhrul menjelaskan, isu hoax yang diduga diproduksi oleh Bagus Bawana Putra memang sangat mudah untuk ditarik ke ranah politis terutama karena isu yang diangkat menyangkut pemilu 2019. Hal ini juga semakin menguat saat tersangka disebut sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto.

“Nah tinggal nanti penyidik yang akan mendalami, apa motif dibalik aksinya itu. Bahkan apakah ada aktor intelektual dibalik aksinya. Jika ini sudah terang benderang, maka tentu akan terlihat apakah ini politis atau tidak. Soal bantahan dia ada keterkaitan sebagai relawan Prabowo tentu itu dapat dilihat dari daftar nama relawan yang resmi,” sebutnya.

Diketahui Bagus Bawana Putra ditangkap polisi karena diduga sengaja membuat informasi bohong alias hoax dengan menyebut adanya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Isu ini spontan memicu keresahan mengingat tahapan-tahapan pemilu 2019 sedang berlangsung. Polisi akhirnya turun tangan dan berhasil menangkap Bagus yang diduga sebagai aktor dibalik munculnya hoax tersebut.[JNI]

Berita Terkait