Polisi Harus Agresif Ungkap Motif Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK

Kamis, 10 Januari 2019 07:26

digtara.com | JAKARTA – Polisi diminta bertindak secara agresif untuk mengungkap motif dan pelaku dibalik adanya aksi teror berupa benda yang diduga bom di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua pimpinan lembaga antirasuah yang diduga menerima teror yakni, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief. Aparat penegak hukum pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap rumah kedua pimpinan lembaga antirasuah itu.

“Aparat keamanan harus lebih agresif menangani kasus ini,” ucap Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Hajar Fickar kepada Okezone, Kamis (10/1/2019).

Menurut Fickar, teror ini dapat diindikasikan sebagaimana bentuk teror terhadap pihak pemberantas korupsi. Pasalnya, kata Fickar, hal seperti ini, merupakan gerakan-gerakan upaya pembungkaman seperti yang dialami oleh Novel Baswedan.

Oleh sebab itu, Fickar menekankan, aparat kepolisian harus bergerak secara cepat dan profesional agar, kejadian teror terhadap pegawai KPK tidak kembali terulang ke yang lainnya.

“Agar tidak terus berlanjut terhadap KPK dan personilnya. Ya kalau benar bom molotov, maka ini jelas terror dan harus diusut dengan tuntas,” tutur Fickar.

Diketahui sebelumnya, dua rumah pimpinan KPK yakni, Agus Rahardjo dan Laode M Syarief diteror benda yang diduga bom oleh orang tidak dikenal, pada Rabu 9 Januari 2019, dini hari. Kejadian di dua lokasi tersebut waktunya tidak berselang lama.

Di rumah Agus di daerah‎ Bekasi ditemukan tas berisi benda mencurigakan berupa paku, kabel, paralon, batre panasonic, hingga serbuk yang diduga semen putih. Benda tersebut diduga bom rakitan berjenis high ekspolsive.

Sementara di rumah Syarief, terdapat pecahan botol dengan sumbu serta bekas kepulan asap yang diduga merupakan bom molotov. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus dugaan teror bom di rumah dua pimpinan KPK tersebut.

Berita Terkait