Meski Dibantah, Ini Foto Pernikahan Jangga Siregar dan Risma Saat Ijab Kabul

Kamis, 13 Juni 2019 17:07

Digtara.com | MEDAN – Berawal dari curahan hati Risma wati (21) Warga Jalan Durian, Kota Kisaran yang mengaku sebagai istri sah dari Anggota DPRD Medan, Jangga Siregar (JS) di media sosial Facebook. Kini tabir kebenaran mulai terungkap, meski JS berulang kali membantah pengakuan Risma tersebut.

Digtara.com yang menelusuri kasus tersebut, mendapatkan bukti foto dari narasumber yang dirahasiakan. Difoto tersebut, Jangga menggunakan baju kemeja warna abu dengan berpeci hitam sedangkan Risma menggunakan baju dan kerudung serba hitam. Ada juga orangtua dari Risma dan tuan kadi (penghulu) difoto tersebut.

Foto tersebut merupakan proses ijab kabul antara sepasang insan yang ingin membangun bahtera rumah tanggga, yang dilaksanakan di Kelurahan Bunut, dekat markas militer 126 KC, kab Asahan sekitar bulan Februari 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi, Risma membenarkan foto tersebut. “Benar bang, itu foto pernikahan kami yang disaksikan oleh keluarga,” katanya, Kamis (13/6/2019)

Risma pun mengaku heran kenapa JS (suaminya) tidak mau mengakui ia (Risma) sebagai istri sah sesuai syariat islam, padahal saat ini ia mengandung anak dari lelaki yang dicintainya. “Saya ini sedang mengandung anak JS, usia kandungan 6 bulan,” akunya.

Risma pun mengaku pasrah atas apa yang dilakukan oleh suami yang pernah dicintainya tersebut. “Saya pasrah aja bang, kita serahkan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Namun, Dari konfirmasi Digtara.com sebelumnya ke JS via Whatsapp, JS membantah telah menikahi Risma, dengan mengatakan merujuk UU no 1 Tahun 1974 tentang perkawinan di dalam UU tersebut menyebutkan bahwa syarat sah perkawinan adalah dicatat secara resmi di kantor KUA atau lembaga resmi negara.

“Itu yang saya pahami. Jika ada yang mengaku pernah saya nikahi tolong pertanyakan ada nggak surat nikah dari KUA,” jawab JS.

JS pun menegaskan kembali bahwa tidak pernah menikahi Risma. “Seingat saya tidak pernah menikahi Risma baik secara Agama maupun negara,” tegasnya.

Ia bahkan menganggap Risma merupakan orang iseng dan belum mengetahui motifnya. “Saya belum tau siapa perempuan tersebut, profilenya juga belum tau,” aku JS

Kasus ini berawal dari Curhatan dari Risma Wati itu diunggah ke Facebook pada Senin 10 Juni 2019 malam. Curhatan itu bahkan ditujukan langsung kepada Jangga Siregar.

Berikut isi pesan dalam unggahan tersebut:

Too : Bpk DPR yg terhormat Jangga Siregar

Aku bukan sosok sandiwara yg ahli dalam memerankan karakternya. Aku juga bukan artis yg ahli dalam memerankan perannya.

Namun aku hanyalah seseorang yang sedang berusaha bersandiwara terhadap diriku sendiri, mungkin bersandiwara untuk dirimu juga dan juga beberapa orang disekelilingku.

Karakter dan peranku saat ini pun sangat sulit ku jalani, butuh tenaga extra dan jiwa yang kuat untuk menjalaninya. Butuh air mata untuk melalui setiap alurnya.

Aku harus seolah-olah bisa melupakanmu.
Aku harus seolah-olah tidak memperdulikanmu.
Aku harus seolah-olah tidak menyayangimu lagi.
Aku harus seolah-olah tidak merindukanmu.
Aku harus seolah-olah baik-baik saja tidak adanya kamu di hidupku.

Aku harus bersikap bahwa aku bisa menjalani ini semua tanpa kamu, tanpa hadirnya kamu di hidupku lagi. Di depan mereka yang mengenalku, aku harus berkata “Aku baik-baik saja, dan kini aku telah berhasil melupakanmu.”
Terkadang aku merasa berada di titik lelah, tapi jika aku mundur? Apa semua akan justru baik-baik saja setelah kepergianku atau bahkan sebaliknya. Bahkan aku selalu ragu terhadap perasaanku sendiri.

Tangkapan layar curhatan Risma Wati di media sosial facebook. Risma mengaku telah ditelantarkan oleh sang suami Jangga Siregar, yang merupakan anggota DPRD Medan (Dhe/digtara)

Selama ini aku terus mencoba memahami dimana letak egoku itu dan semua perihal kamu, namun waktu demi waktu dan hari demi hari kamu semakin berbeda, kamu semakin jauh.

Coba jelaskan apa kesalahan terbesarku? Dan apa kekuranganku? Lalu dimana letak sebuah perasaanmu yg sudah membuat aku yakin jatuh dan cinta kepadamu dulu, seakan kini semuanya memudar setelah kamu berhasil mampu membuat Benih di Rahim ku.

Kini kamu tak seindah dulu, kamu tak sebaik dulu, bahkan kamu sama sekali tak sehangat dulu. Aku kini benci kamu namun aku sulit pergi dari mu, jujur itu sangat sulit sekali. Terkadang sesekali aku ingin berteriak bahwa kamu itu “JAHAT”.

Kamu menjatuhkan sekaligus menghancurkan hidupku. Kamu bohong dengan semua ucapan janji manismu, kamu lupakan dan hancurkan mimpi-mimpi yang pernah kita bicarakan. Padahal kamu tau perasaan ini selalu utuh untukmu dan pada akhirnya kamu hancurkan dengan sikapmu sendiri, seharusnya kamu tidak usah membuatku yakin dengan perasaanmu terhadapku.

Kalau pada akhirnya kamu membuat aku terluka lebih parah seperti ini, betapa sesaknya luka di hatiku yang kamu buat bahkan tak bisa terkendali. Kamu menyiksa malam-malamku dengan air mata, sekarang kamu sama sekali tdk perduli dengan keadaanku. Padahal aku ini juga istrimu. (Put)

Berita Terkait