Kasus Perdata Dipidanakan, Notaris di Kupang Surati Kapolres hingga Kapolri

Kamis, 30 September 2021 20:02
ist
Kasus Perdata Dipidanakan, Notaris di Kupang Surati Kapolres hingga Kapolri

digtara.com – Albert Wilson Riwu Kore, SH (60), notaris di Kota Kupang, NTT menyurati Kapolres Kupang Kota, Kapolda NTT hingga Kapolri. Notaris Kupang Surati Kapolres

Surat dilayangkan terkait kasus perdata yang dipidanakan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Christa Jaya Perdana, Kupang.

Albert sendiri merupakan pihak terlapor terkait laporan polisi penggelapan nomor LP/B/52/II/2019/SPKT tanggal 14 Februari 2019 dengan pelapor BPR Christa Jaya Perdana.

Baca: Diduga Gelapkan Sejumlah Sertifikat, Notaris di Kupang Dipolisikan

Dalam suratnya, Albert membeberkan kronologi kasus ini berawal saat BPR Christa jaya Perdana menyalurkan kredit Rp 735.000.000 kepada Rachmat, SE dengan jaminan sertifikat hak milik (SHM) nomor 368/Oebufu.

SHM tersebut diserahkan ke staf Albert untuk diikat Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) dan pemecahan surat order oleh BPR Christa Jaya Perdana.

Baca: Notaris di NTT Mogok Kerja, Protes Rekannya Jadi Tersangka Kasus Tanah Labuan Bajo

Belakangan disepakati SHM 368/Oebufu tidak perlu APHT tetapi dilakukan pemecahan. “Untuk pemecahan ini, SHM tersebut diserahkan kembali kepada Rachmat selaku pemilik dengan persetujuan pihak BPR Christa Jaya Perdana karena hanya pemilik yang bisa melakukan pemecahan,” tandasnya.

Rachmat memberi kuasa kepada Yes untuk proses pemecahan disetujui pihak BPR sesuai surat order awal serta dana pemecahan yang diserahkan BPR kepada Albert dan disalurkan kepada Yes.

Baca: Polres Kupang Tahan Tersangka Penganiayaan Saat Bentrok AntarPemuda di Fatuleu

Setelah dilakukan pemecahan maka SHM 368/Oebufu menjadi 18 SHM yang diserahkan oleh Yes ke staf Albert.

“18 SHM diserahkan bukan oleh BPR Christa Jaya Perdana sehingga antara BPR dengan Albert tidak mempunyai hubungan hukum apapun,” ujarnya.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait