Inilah Jarak Bahaya Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 29 Desember 2018 10:21

digtara.com | JAKARTA – ‎Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah resmi meningkatkan status Gunung Anak Krakatau dari waspada menjadi siaga.

Menurut PVMBG, peningkatan status tersebut sesuai dengan hasil evaluasi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau beberapa waktu belakangan ini.

‎Kepala Badan ‎Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar mengatakan jarak bahaya erupsi sekira 5 kilometer dari bibir kawah. Sehingga, masyarakat diminta tidak mendekati atau beraktivitas di dekat Gunung Anak Krakatau.

“Sejauh ini erupsi ada di sekitar Gunung Anak Krakatau dengan jarak bahaya di dalam radius 5 km dari bibir kawah,” kata Rudy seperti dilansir okezone.

Rudy memprediksi erupsi yang berdampak pada lontaran abu ke udara ‎masih akan terjadi. Menurut dia, jika lontaran abu mengarah ke daratan, kemungkinan besar daerah yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau akan terdampak hujan abu.

‎”Masyarakat diimbau tidak mendekati radius 5 km karena ada acaman lontaran dan masyarakat di daratan untuk mempersiapkan masker bila sewaktu-waktu ada hujan abu,” jelasnya.

Beberapa waktu belakangan, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi hingga menyebabkan longsoran ke arah laut. Longsoran tersebut memicu gelombang tsunami di Selat Sunda yang berdampak pada daerah Banten dan Lampung Selatan.

Berita Terkait