Ini Isi Pesan Handphone Hasyim Pada Depi Yang Disita Polisi

Selasa, 08 Januari 2019 08:49
digtara.com | foto kedua korban dan surat tulisan tangan yang ditemukan polisi.

digtara | ASAHAN – Terungkap sudah motif tewasnya sepasang kekasih Hasyim Prasetya (33) warga Bunut Barat dan Depi Istiana (22) warga Pondok Karang Air, Kisaran Timur di kamar C12 Hotel Central di jalan Sei Gambus, Kisaran Barat, Kota Kisaran yang tewas dengan luka tembakan dibagian kepala, pada Senin 7 Januari 2019. Keduanya merupakan pasangan yang saling mencintai dan terpisahkan karena si pria tidak mendapatkan restu dari pihak keluarga perempuan.

Dari informasi yang dihimpun, Hasyim pun pernah melamar kekasih pujaan hatinya tersebut pada 2017 silam, namun niat tersebut tidak mendapat sambutan baik. Keluarga perempuan pun berencana akan menikahkan Depi dalam waktu dekat dengan pria lain. Pernikahan rencananya akan digelar pada bulan Juni mendatang.

Pasca kasus ini mencuat, polisi langsung bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, sejumlah barang bukti diamankan yakni senjata api rakitan, dua butir selongsong peluru 5,56 mm (sebelumnya ditulis 55.6 mm) dan cctv hotel central. Polisi pun meminta keterangan sejumlah saksi pengunjung hingga pengelola hotel. “Kita sudah memeriksa 5 saksi dalam kasus ini. Pihak hotel dan pengujung diperiksa untuk mencari titik terang mengungkap kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (8/1/2019).

Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah korban Depi dan Hasyim untuk mencari titik terang dan bukti tambahan. Dari lemari hingga rak sepatu digeledah petugas. Namun tak satu pun bukti kepemilikan senjata api rakitan ditemukan. Namun, polisi menemukan bukti lain dari rumah Hasyim yakni sebuah handpone yang didalamnya berisi percakapan antara korban pria dan wanita.

Diketahui, percakapan antara keduanya dari pesan singkat Kamis, 3 Januari hingga Jumat 4 Januari 2019 bahwa “Hasyim ingin bertemu Depi untuk terakhir kalinya karena Depi tidak akan bisa bertemu dengan Hasyim lagi. Depi pun bertanya Hasyim mau pergi kemana, apakah pergi dengan cewek lainnya”. percakapan berlanjut “Hasyim : Aku pingin sama mu. Namaku itu Hasyim Prasetya yang artinya orang yang setia bukan Hasyim prasetan”.

Komunikasi keduanya terakhir terjadi pada Minggu, 6 Januari pukul 08.30 wib dimana Hasyim mengajak Depi untuk bertemu di Hotel Central. Kamar C12 yang di cek in atas nama Hasyim menjadi saksi bisu hubungan keduanya bak dalam film Romeo and Juliet. Hasyim yang memiliki tato dibagian kaki kirinya mengalami luka tembak dikepala bagian kening sebelah kanan tanpa menggunakan busana dan tergeletak di lantai sedangkan Depi yang hanya menggunakan bra (BH) bermotif garis merah ditemukan dalam kondisi telungkup setengah badan berada di kasur dan bagian kaki di lantai dengan mengalami luka tembak dibagian ubun ubun kepala.

Mayat kedua korban dibawa dari Hotel tersebut sekitar pukul 20.00 wib dengan menggunakan mobil ambulance setelah proses otopsi luar dan olah TKP selesai. Polisi pun memastikan kedua korban tewas karena bunuh diri. “Ya, dari hasil olah TKP diduga kuat keduanya bunuh diri,” ditambahkan Kasatreskrim Polres Asahan AKP Riki Paripurna Atmaja.

Riki pun menyatakan bahwa barang bukti rencananya akan diserahkan hari ini ke tim labfor Polda Sumut. (put)

Berita Terkait