Ini Fakta Sepasang Mayat Yang Ditemukan Tewas Dengan Luka Tembakan di Kepala

Senin, 07 Januari 2019 19:48
digtara.com | foto kedua korban dan surat tulisan tangan yang ditemukan polisi.

digtara.com | ASAHAN –  Sepasang kekasih yang diketahui bernama Hasyim Prasetya (33) warga Bunut Barat Kecamatan Kisaran Barat dan  Depi Istiana (22) warga Pondok Karang Air, Lingkungan III, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kota Kisaran, tewas dengan luka tembakan di kepala di kamar hotel nomor C12, Hotel Central jalan Sei Gambus, Kota Kisaran.

Dari fakta yang diketahui mayat pria ditemukan di lantai dalam kondisi telungkup tanpa menggunakan busana dengan posisi kedua telapak tangan tehimpit tubuh bagian paha kaki dekat kemaluan. Terdapat bekas tembakan di kepala kening bagian kanan. Di kaki korban juga terdapat tato.

Sedangkan mayat perempuan ditemukan hanya menggunakan bra (BH) berwarna merah dengan motif garis garis kondisi telungkup setengah badan dikasur dan kaki dilantai. Depi mengalami luka tembak dibagian ubun ubun kepala yang tertutupi oleh rambut.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sebuah senjata api rakitan gagang kayu diposisi dekat kaki korban pria dengan dua buah selongsong peluru jenis kaliber 55,6 mm yang berada di dekat meja. Polisi juga menemukan tisu basah (power magic) yang berada di atas meja.

Petugas juga menemukan secarik kertas yang bertuliskan yang diduga ditulis oleh Hasyim . “Mamak… Tolong buangkan guli guliku di kelaminku… Uang tambah ATM Pin ..3.3. 1 juta sama mamak Dedi lontong kawan kerja tambah tabungan wirit.

Diketahui, kedua korban masuk ke hotel tersebut sekitar pukul 22.00 wib Minggu, 5 Januari 2019, tercatat kamar hotel dibuka atas nama Hasyim Prasetya dengan harga kamar hotel 150 ribu rupiah per malam dengan deposit 200 ribu rupiah.

Dari keterangan Joko (petugas hotel) yang pertama kali mengetahui peristiwa tersebut melalui Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Riki Pripurna Atmaja, bahwa kondisi kamar dalam keadaan terkunci. Joko yang ingin melakukan pemeriksaan dan pembersihan kamar mengambil kunci cadangan dan setelah membuka pintu diketahui keduanya sudah kondisi berlumuran darah pada pukul 13.00 wib, Senin, (7/1/2019)

“Setelah melihat mayat keduanya, Joko langsung melaporkannya ke Polsek Kota. Kita sudah cek lokasi dan sedang melakukan pemeriksaan,” katanya.

Fakta lainnya, tidak ditemukan bekas congkelan di pintu atau jendela kamar. Kunci yang dimiliki korban juga berada di dalam saku kanan celana korban laki laki.

Untuk mengungkap kasus ini, Satreskrim Polres Asahan menunggu kedatangan Tim Labfor dan Subdit III  Bunuh dan Culik Direktorat Krimum Polda Sumut. Untuk sementara, ada 21 titik olah TKP yang dilakukan.

“Kita masih menunggu tim dari Polda untuk melakukan olah TKP,” ucap Riki.

Petugas juga sudah meminta keterangan kepada lima orang untuk mengungkap kasus ini dan mengamankan CCTV Hotel Central. Namun, kata Riki, untuk motifnya belum diketahui pastinya ada luka tembakan di tubuh korban.[put]

“Tim juga sedang melakukan penggeledahan di rumah kedua korban dan sekarang masih berjalan dan dipimpin Ipda Khomaini,” tutupnya.

Berita Terkait