Viral 2 Pria Pekalongan Dihajar Polisi Malah Jadi Tersangka, Keluarga Korban Pertimbangkan Lapor Polda

Jumat, 29 Juli 2022 18:56

digtara.com – Pihak keluarga dari korban penganiayaan Brigadir DH mendatangi Mapolres Pekalongan untuk menjenguk korban penganiayaan Brigadir DH yakni AF yang justru menjadi tersangka. Pihak keluarga juga berencana melaporkan DH ke Polda.

“Kita tengok adik bersama ibu,” kata kakak ipar AF, Bambang, di Mapolres Pekalongan, Rabu (27/7/2022).

Pihak keluarga disebutnya kini tengah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum untuk melaporkan Brigadir DH ke Propam Polda Jateng.

“Saat ini mau dibahas di keluarga dulu untuk langkah-langkah ke depan. Karena tim kuasa hukumnya lagi ngolah kronologinya, lagi menyerap kronologinya bagaimana. Dan menurut kami, sepanjang ini adik kami bukan tersangka berdasarkan apa yang kami dapatkan dari adik kami,” jelas Bambang.

Bambang menyebut pengakuan AF yang tidak melakukan pemukulan terhadap Brigadir DH.

“Kronologinya adik kami tidak memukul duluan. Menurut adik kami, yang terjadi benar dia ikut menagih (uang), dia ikut-ikutan temannya,” kata Bambang.

“Sesampainya di situ ya yang keluar bukan si empu yang punya utang, tetapi yang keluar abangnya dari si empu yang punya utang. Di media disebut Brigadir D, yang kemudian memukul adik kami dengan besi, setelah pemukulan beberapa kali, adik kami kemudian melawan dan perlawanan juga tidak seimbang, karena kondisinya dipiting kemudian sempat memukul bagian belakang Brigadir D,” imbuhnya.

Akibat penganiayaan yang dilakukan Brigadir DH ini, adiknya mengalami luka di bagian kepala.

“Luka di bagian kepala banyak sekali, saya sudah videokan dan saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres, adik kami di sini mendapatkan proses hukum yang layak,” ungkapnya.

“Bagaimana pun keluarga akan melakukan proses pemulihan terhadap nama baik adik kami yang ditetapkan sebagai tersangka, melalui penyidikan Polsek tadi, kami akan melakukan pemulihan. Menurut kami besar keyakinan kami sampai siang ini dia korban, begitu,” tambah Bambang.

Menurut Bambang, AF ada dalam video yang viral tersebut. Namun yang dipukul bertubi-tubi bukan adiknya.

“Pas dipukul (dalam video viral) bukan A, tetapi A sudah tergeletak di situ, kepalanya sudah berdarah-darah. Dan itu juga ada gambarnya dan gambar lainnya. Kami mengumpulkan beberapa video, kami juga akan melakukan visum setelah melakukan pelaporan ke Polda jika keluarga memutuskan untuk melaporkannya,” ucap Bambang.

Penjelasan Kapolres Pekalongan

Laman: 1 2

Berita Terkait