Usai Tikam Warga Belu-NTT dan Dilaporkan, Oknum Brimob Lapor Balik ke Polisi

Sabtu, 30 Juli 2022 22:31
ilustrasi oknum brimob tikam warga

digtara.com – Polisi sudah semestinya memberi rasa aman bagi masyarakat. Namun tidak dengan oknum polisi berinisial TW alias Tino yang bertugas Kompi 3 Batalyon A Pelopor, Kabupaten Belu, NTT. brimob tikam warga

Tino malah terlibat keributan hingga menikam warga saat acara pesta pernikahan di Halifehan, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (30/7/2022) dini hari.

Oknum anggota Brimob itu tikam warga bernama Frederikus Siku alias Edy (25). Akibatnya, Edy yang merupakan warga Halifehan mengalami empat luka tikam di beberapa bagian tubuhnya.

Korban kini tengah menjalani perawatan medis di RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu.

Kasus ini sudah dilaporkan ayah kandung dan keluarga korban ke pihak Kepolisian Resort Belu.

Diperoleh informasi kalau peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/7/2022) sekira pukul 03.00 Wita dini hari.

Pelaku TW alias Tino diduga mabuk karena dipengaruhi alkohol atau minuman keras di tempat pesta pernikahan.

Sebelum kejadian penikaman, diketahui korban Edy hendak melerai keributan di luar lokasi acara pesta.

Namun tiba-tiba terjadi perkelahian sehingga oknum Brimob mendapat luka di kepala.

Oknum Brimob itu lalu membalas dan tiba-tiba menikam korban Edy awalnya hendak melerai perkelahian.

Kejadian tersebut langsung diatasi oknum polisi lainnya yang menghadiri acara pernikahan itu.

Melihat korban yang berdarah akibat luka tikam di bahu belakang dan wajah, beberapa warga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Selain menikam warga sipil, oknum Brimob ini juga melakukan pengrusakan terhadap beberapa kendaraan roda dua maupun mobil milik warga di tempat pesta dengan cara menikam ban kendaraan.

Ayah korban Siprianus Linu Siku mengaku korban ditikam pelaku di luar tenda.

Kejadian itu terjadi spontanitas di tempat pesta dan tidak diketahui persis penyebabnya.

Saat itu, korban hendak menanyakan tentang kejadian yang terjadi di luar tenda, namun pelaku langsung menikam korban.

“Kami dari keluarga korban sudah melaporkan kasus itu ke Polres Belu,” ujar ayah korban.

Siprianus juga sempat bertemu dengan Danki Brimob Sub Den 2A Pelopor Atambua terkait kasus itu dan Danki mengatakan, oknum anggotanya yang terlibat kasus penikaman itu sudah diamankan.

“Kita sudah buat laporan. Kalau Danki Brimob punya itikad baik untuk urus secara baik, keluarga terima. Tapi proses hukum tetap berjalan,” kata dia.

Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, SIK yang dikonfirmasi, Sabtu (30/7/2022) membenarkan kejadian tersebut dan kasus itu masih didalami oleh penyidik.

“Laporannya sudah di penyidik,” tandas Kapolres Belu.

Laporkan Balik

Laman: 1 2