Usai Putusan MA, Peradi Versi Otto Hadapi Gugatan Rp1 Miliar di PN Medan

Sabtu, 23 April 2022 08:19

digtara.com – Seorang calon Advocat Ranto R Simbolon menggugat Peradi yang diketuai Otto Hasibuan senilai Rp1 miliar. Itu dilakukan usai Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan Pengadilan Negeri (Lubuk Pakam) yang membatalkan perubahan anggaran dasar Peradi terkait masa jabatan 3 periode ketua umum.

Imbas dari putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) itu memunculkan persepsi kalau kepengurusan Peradi versi Otto Hasibuan tidak sah.

Apalagi setelah putusan itu dirilis MA pada Kamis (21/4/2022), seorang advokat dari Peradi versi Otto Hasibuan batal bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan gegara keberatan salah satu pihak, kemarin.

Ranto R Simbolon melalui kuasa hukumnya Dwi Ngai Sinaga SH MH dan Benri Pakpahan SH mengungkap, kliennya menggugat
Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Dewan Pimpinan Cabang Peradi Medan, Fakultas Hukum Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Medan, dan DPH Law Firm.

Gugatan teregistrasi di PN Medan, Kamis (21/4/2022).

“Karena klien mempertanyakan adanya putusan kasasi MA itu. Klien kami ini sudah ikut PKPA dan sudah mau ujian tapi dengan adanya putusan ini membuat klien kami terpukul makanya kami ajukan gugatan perbuatan melawan hukum ke PN Medan,” ucap Dwi Ngai Sinaga.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait