Usai Dilaporkan Aniaya Karyawan Restoran, Benny K Harman Balas dengan Dua Laporan Polisi

Jumat, 27 Mei 2022 21:00
antara
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat AKP Ridwan (kiri) memberikan keterangan pers tentang dugaan penganiayaan oleh seorang anggota DPR Benny K Harman di Labuan Bajo, NTT, Jumat, 27 Mei 2022.

digtara.com – Polisi menerima tiga laporan pasca dugaan penganiayaan oleh Anggota DPR RI asal NTT Benny K Harman (BKH) terhadap karyawan restoran di Labuanbajo. Sementata pihak BKH, juga membuat dua laporan terkait kasus yang sama.

Hal itu terungkap dalam press release yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Ridwan, Jumat (27/5/2022)

“Kami terima tiga laporan, satu kasus yang dilaporkan oleh karyawan Mai Ceng’go dan dua kasus oleh Istri dari Pak BKH,” ungkap AKP Ridwan.

Dua laporan yang telah diterima Polres Manggarai Barat tersebut, yakni laporan perbuatan tidak menyenangkan yang diterima BKH sekeluarga dan perbuatan menyebarkan berita bohong.

Ridwan mengungkapkan pihaknya telah memeriksa dua orang saksi ditambah saksi pelapor atas laporan perbuatan tidak menyenangkan.

Sementara itu, untuk laporan kasus penyebaran berita bohong, polisi baru memeriksa Istri BKH.

Selanjutnya terkait laporan kasus penganiayaan yang dilaporkan karyawan Mai Ceng’go, polisi baru memeriksa saksi pelapor, yakni Ricardo Cundawan. Pemeriksaan BKH dijadwalkan hari ini (Jumat).

Selain laporan tersebut, Ridwan mengatakan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti termasuk hasil visum korban penganiayaan.

Terkait tiga laporan tersebut, aparat kepolisian akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

Sebelumnya peristiwa dugaan penganiayaan dilakukan BKH terhadap seorang karyawan Restoran Mai Ceng’go di Labuan Bajo viral menyusul adanya rekaman CCTV yang beredar luas.

Dalam video yang tersebar itu, Benny diduga menampar karyawan yang sedang berdiri.

Kejadian itu terjadi ketika BKH dan keluarga makan di restoran tersebut dan diminta pindah dari tempat duduk yang telah mereka tempati dengan alasan tempat tersebut sudah dipesan orang lain. Antara

Berita Terkait