Tuntaskan Kasus Penganiayaan Guru SD di Kupang, Polisi Penuhi Petunjuk Jaksa

Kamis, 28 Juli 2022 09:40
ilustrasi penganiayaan

digtara.com – Penyidik Satreskrim Polres Kupang melengkapi petunjuk jaksa terkait berkas perkara kasus penganiayaan guru SD di Kupang oleh kepala sekolah.

Penyidik segera menuntaskan kasus ini agar segera lengkap dan P21.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH didampingi Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Kupang, Ipda Kuswantoro yang dikonfirmasi Kamis (28/7/2022) saat dikonfirmasi di Polres Kupang membenarkan.

“Berkas kasus nya sudah tahap I dan ada petunjuk P19,” tandasnya.

Saat ini penyidik masih memenuhi petunjuk tersebut dan segera dilimpahkan kembali.

Baca: TAK JERA! Pria di Kupang Ini 14 Kali Keluar Masuk Penjara, Dari Kasus Pencurian hingga Pencabulan

Penyidik Polres Kupang segera menuntaskan berkas perkara dan berharap segera dinyatakan P21 oleh jaksa.

Tersangka sendiri sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan namun polisi masih mengkaji permohonan tersebut.

Pihak Polres Kupang sudah menahan enam tersangka dalam kaitan kasus penganiayaan terhadap guru di SD Negeri Oebeba Kabupaten Kupang.

Baca: Duh! Pembangunan PLTU Timor I Kupang ‘Makan’ Korban, Karyawan Tewas Terjatuh dari Ketinggian

Keenam tersangka yang ditahan yakni Alexander Nitti (58), kepala sekolah SD Negeri Oelbeba dan Iwan Taebenu.

Juga Ernawati Manu (istri kepala sekolah), Jemsy Massu, Daniel Otniel Laot dan Gregorius Tanone alias Goris.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH di kantornya membeberkan peran dan sejumlah tersangka.

“Tersangka Jemsy Massu ikut memukul dan merampas handphone korban,” tandas Kapolres Kupang.

Sementara istri kepala sekolah, Ernawati Manu berperan sebagai ‘penghasut’.

Kejadian penganiayaan terjadi pada hari Selasa namun baru viral di media sosial pada hari Minggu.

Ernawati Manu pun meminta warga yang merekam dan menyebarkan video tersebut menghapus video yang beredar.

Laman: 1 2

Berita Terkait