Tujuh Tersangka Kasus Alkes di TTU Diduga Berkolusi

Jumat, 27 Mei 2022 14:41
int
Ilustrasi

digtara.com – Diduga, para tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu Kabupaten TTU tahun anggaran 2015 melakukan kolusi.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), Robert Jimmi Lambila, SH MH.

Robert mengatakan, dari hasil penyidikan, ditemukan bukti-bukti kuat bahwa para tersangka melakukan pengaturan atau setingan, kolusi serta kerja sama yang tidak sehat.

Kolusi itu terjalin antara para tersangka dengan pemilik pekerjaan yakni Dinas Kesehatan Kabupaten TTU sejak proses perencanaan hingga proses pelelangan.

Baca: Eks Bupati Langkat Ngogesa Sitepu Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi TRP

Kerja sama ini, lanjutnya, mencakup upaya untuk mengatur harga barang dan mengatur pihak pemenang tender. Sehingga harga barang pada perusahaan pemenang tender tersebut telah didesain untuk kemudian dikorupsi.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, Tim Penyidik Kejari TTU telah menemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2,7 Miliar.

“Jadi ada harga barang misalnya, Oximeter, kita bisa beli Oximeter ini di mana-mana harga Rp. 250ribu. Tapi pada saat itu, pengadaannya bisa Rp. 100 juta. Artinya sesuatu yang sangat tidak wajar dan merugikan keuangan negara,” ujar Kepala Kejaksaan, Jumat (27/5/2022).

Para tersangka ini, disangka melanggar pasal 2 dan pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 Jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 54 ayat 1 ke 1 KUHP.

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait