Tindakan Polisi Tembak Mati Otak Pelaku Perampokan Dipertanyakan

Kamis, 16 September 2021 15:56
istimewa
Kriminolog yang juga pakar hukum Dr Redyanto Sidi mengomentari soal tembak mati terhadap otak pelaku perampokokan toko emas di Medan

digtara.com – Tindakan aparat kepolisian dari Polda Sumatera Utara (Sumut) menembak mati otak pelaku perampokan toko emas dipertanyakan. Kematian pelaku dinilai mengurangi makna keberhasilan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Kriminolog Sumut Dr Redyanto Sidi kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Semestinya, bila otak pelaku hidup maka dapat mengungkapkan lebih dalam dari yang tersembunyi di balik kasus tersebut.

“Dapat mengurangi makna keberhasilan karena setiap pelaku memiliki peran serta informasi tersendiri,” jelas Redyanto.

Hendrik Tampubolon merupakan otak pelaku yang merencanakan aksi perampokan tersebut sekaligus pemasok senjata api yang salah satunya berlaras panjang. Dengan menembak mati Hendrik, dikhawatirkan akan mengaburkan konstruksi peristiwa tersebut.

“Dengan ditembak matinya otak pelaku perampokan maka konstruksi peristiwa dapat berubah. Karena pelaku lainnya dapat saja bermanuver dan berkompromi,” ungkapnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait