Terkait Penemuan Jasad Ibu dan Anak, Masih Tunggu Tes DNA, Keluarga Korban Belum Bisa Dapatkan SP2HP

Rabu, 17 November 2021 08:57
ist
Diduga foto korban dan anak balitanya semasa hidup

digtara.com – Pengungkapan kasus penemuan jasad ibu dan anak balitanya yang diduga korban pembunuhan di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, masih tergantung hasil tes DNA.

Pihak yang mengakui kedua korban sebagai bagian dari keluarga mereka pun hanya bisa menunggu.

Jack M berharap aparat kepolisian Polsek Alak memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada mereka terkait penemuan jenazah ibu dan anak akhir Oktober 2021 lalu.

Namun harapan itu belum bisa karena pihak kepolisian masih menunggu hasil DNA yang sampel nya sudah dikirim ke Jakarta dan masih menunggu hasil.

“Keluarga tetap berharap polisi harus memberikan SP2HP kepada keluarga tapi katanya tidak bisa. Untuk pengambilan jenazah harus tunggu hasil DNA. Setelah hasil DNA ada, baru diberikan SP2HP,” ujar Jack M, Rabu (17/11/2021).

Jack M bersama sejumlah kerabatnya menyambangi Polsek Alak menanyakan perkembangan kasus tersebut dan ditemui kanit Reskrim Polsek Alak, Ipda Gerry Agner T, STRk.

Jack M mengaku mendapat penjelasan dari pihak kepolisian bahwa SP2HP belum bisa diberikan pihak kepolisian kepada Jack M dan keluarga karena tetap menunggu hasil DNA.

Baca: Misteri Penemuan Jasad Ibu dan Anak di Kota Kupang Terkuak, Keluarga: Hilang Sejak Agustus

“Karena penanganan kasus ini berdasarkan laporan perusahaan atas penemuan jenazah tanpa identitas,” ujar Jack M mengutip hasil pertemuan tersebut.

Beberapa hari lalu, pihak kepolisian sudah mengirim sampel DNA ke laboratorium forensik di Jakarta.

“Untuk kasus perkara sesuai penjelasan yang kami dapat sudah sampai tahap sidik. Secara umum semua saksi sudah diperiksa,” tandasnya.

Awalnya Jack M dan keluarga berpikir bahwa penyelesaian kasus tersebut berdasarkan laporan Jack M tentang orang hilang.

Ia berharap Polsek Alak segera menuntaskan karena dikhawatirkan saksi maupun pelaku melarikan diri atau saksi bisa mendapatkan ancaman.

“Mudah- mudahan cepat terungkap kasusnya. Kami keluarga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan atensi kepada kasus ini. Kami setiap hari menangis. Hati terlalu sakit. Hanya Tuhan yang bisa balas semua ini,” tandasnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait