Surat Kunker Diduga Palsu, Ketua DPRD Deliserdang akan Dilaporkan ke Polda Sumut

Kamis, 22 Juli 2021 11:32
istimewa
Ketua DPW Jaring Mahali Sumut, Ajie Lingga

digtara.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaring Mahasiswa LIRA (Mahali) Sumatera Utara (Sumut) berencana melaporkan dugaan pemalsuan surat kunjungan kerja (kunker) ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu dilakukan karena kecewa pada kinerja Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Deliserdang, yang tak kunjung memanggil Ketua DPRD Deliserdang, Zhakky Shahri terkait hal tersebut.

“Ini bentuk kekecewaan kita terhadap melempemnya BK DPRD Deliserdang, yang tidak berani memeriksa dan menindak tegas Ketua DPRD Deliserdang (Zhakky Shahri). Kita akan melaporkan kasusnya (surat kunker diduga palsu) itu ke Polda Sumut,” kata Ketua DPW Jaring Mahali Sumut, Ajie Lingga, Kamis (22/7/2021).

Laporan ke Polda Sumut itu, sebutnya, masih dikoordinasikan ke Dewan Penasihat dan Bantuan Hukum DPW Jaring Mahali Sumut.

“Kita masih diskusikan, nanti fix-nya kapan dilaporkan ke Polda, kita kabari,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, nomor WhatsApp (WA) pribadi milik Zhakky Shahri, pukul 10.37 WIB, tidak aktif. Ketika dihubungi langsung, pukul 10.39 WIB, pun sama.

“Nomor yang Anda tuju sedang tidak bisa menerima panggilan,” kata operator seluler dari ujung telepon.

Kasus ini bermula ketika Ketua DPRD Deliserdang, Zhakky Shahri mengeluarkan dan menandatangani surat kunker diduga palsu ke PT Universal Gloves, Jalan Pertahanan, No.17, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat, 7 Mei 2021 lalu, pukul 10.00 WIB.

Dalam surat itu, Zakky Shahri mengutus empat anggota DPRD Deliserdang, antara lain Dedi Syahputra, Hairul Sani, Simon Sembiring dan Said Hadi.

Masalah ini lantas mencuat ke permukaan, dan memantik reaksi mahasiswa yang tergabung dalam DPW Jaring Mahali Sumut.

Laman: 1 2

Berita Terkait