Soal Kantor Disdukcapil Deliserdang Digeledah, Pengamat: Penyalahgunaan Wewenang juga Korupsi

Rabu, 21 Juli 2021 17:23
istimewa
Sekretaris PusHpa Sumut, Nuriyono.

digtara.com – Adanya penggeledahan yang dilakukan Tim Pidana Khusus (Pidsus) dan Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Deliserdang, Senin (19/7/2021) mengisyaratkan adanya tindak pidana korupsi (tipikor) yang terjadi. Soal Kantor Disdukcapil Deliserdang Digeledah

Hanya saja, yang menjadi pertanyaan kenapa sampai sekarang belum ada tersangka, sementara kasus itu sudah dalam tahap penyidikan.

“Penggeledahan itu diduga kuat karena ada tindak pidana korupsi. Nah, belum ada tersangka, artinya proses di Kejaksaan Negeri masih untuk membuat terang perkara. Untuk itu, siapa yang ada kaitannya dengan kasus tersebut, harus diproses,” kata Pengamat hukum Sumatera Utara (Sumut), Nuriyono saat dihubungi, Rabu (21/7/2021).

Baca: Dugaan Korupsi Pengadaan Tinta Miliaran Rupiah, Kejari Geledah 3 Ruangan Kantor Disdukcapil Deliserdang

Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan ini, meminta Kejari Deliserdang untuk membuka seluas-luasnya dan seterang-terangnya ke publik.

“Kejari belum memandang terang, sehingga belum ada tersangka. Siapapun yang terlibat harus dibuka terang benderang. Maka dari itu, pencegahan dan pemberantasan korupsi harus dibarengi penegakan hukum yang berkeadilan. Yang diduga terlibat, harus dijadikan tersangka,” tegasnya.

Baca: Kantor Disdukcapil Deliserdang Digeledah Jaksa, Ini Penjelasan Kajari Deliserdang

Saat ditanya, sudah menjadi rahasia umum, jika masalah dugaan tindak pidana korupsi, selalu dilakukan secara berjamaah, Sekretaris Pusat Study Hukum dan Pembaharuan Peradilan (PusHpa) Sumut ini menyarankan agar penyidik Kejari Deliserdang tidak mengerucutkan calon tersangka hanya pada satu atau dua orang.

“Soal kuasa pengguna anggaran (KPA), sepanjang bisa dibuktikan, tergantung penyidik. Berdasarkan keterangan para ahli hukum, proses hukum satu perkara sangat luas. Jangan pula, ketika berkaitan dengan dugaan pelakunya jadi diciutkan,” imbuhnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait