Sidang Kasus Alat Swab Antigen Bekas, Lima Terdakwa Didakwa Pasal Berbeda

Rabu, 15 September 2021 16:45
Tangkapan layar
Kelima terdakwa kasus alat swab dan antigen bekas menjalani sidang secara virtual.

digtara.com – Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam menyidangkan lima terdakwa kasus alat tes swab dan Polymerase Chain Reaction (PCR) bekas, Rabu (15/9/2021). Sidang Kasus Alat Swab Antigen Bekas

“Untuk hari ini, sidang pembacaan dakwaan. Terkait dengan alat swab dan antigen bekas yang terjadi di Bandara Internasional Kualanamu,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang, Syahron Hasibuan kepada wartawan usai sidang.

Pada persidangan pertama ini, sambung Syahron, turut dihadirkan kelima terdakwa. “Kita hadirkan kelima terdakwa, yaitu Picandi Mascojaya, Sepipa Razi, Renaldo, Depijaya dan Marzuki,” sebutnya.

Baca: Daur Ulang Alat Rapid Tes di Kualanamu, Dua Eks Karyawan Kimia Farma Dijerat UU Pencucian Uang

Untuk kelima terdakwa, lanjut Syahron, jaksa menjeratnya dengan pasal berbeda. Untuk Picandi Mascojaya didakwa melanggar pasal 196 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP subsider pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo pasal 55 ayat (1) ke-2 jo pasal 65 ayat (1) KUHP subsider pasal 3 UU No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sedangkan untuk empat terdakwa lainnya, Sepipa Razi, Renaldo, Depijaya dan Marzuki didakwa melanggar pasal 196 jo pasal 98 ayat (3) UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP subsider pasal 62 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke-2 jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca: Soal Sidang Kasus Swab Antigen Bekas, Kejari Deliserdang Tunggu Putusan PN Lubukpakam

Soal dakwaan dengan pasal berbeda, Syukron Hasibuan menjelaskan untuk terdakwa Piscandi Mascojaya karena ada dugaan TPPU. “Yang satu orang (Picandi Mascojaya) ada TPPU-nya,” ujar Syahron.

Dalam sidang tersebut, hanya dihadiri kuasa hukum terdakwa. “Sedangkan penasihat hukum baru satu orang yang hadir, yaitu penasihat hukum dari terdakwa Renaldo. Sedangkan untuk terdakwa Marzuki dan Picandi Mascojaya akan hadir pada persidangan berikutnya. Untuk dua terdakwa lainnya, Sepipa Razi dan Depijaya akan ditunjuk pengadilan. Untuk para terdakwa dilakukan sidang secara virtual,” bebernya.

Laman: 1 2

Berita Terkait