Sempat Tiga Kali Coba Bunuh Diri, IRT di TTU Akhirnya Tewas Tergantung di Pohon

Rabu, 24 Agustus 2022 20:16
ilustrasi gantung diri

digtara.com – Lusia Binsasi, seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Oesena Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri, Rabu (23/8/2022).

Ia ditemukan suaminya telah tewas akibat gantung diri di pohon kusambi.

“Iya, yang bersangkutan (Lusia) tewas gantung diri di pohon kusambi yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya,” kata Kasi Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor TTU Iptu I Ketut Suta, Rabu (24/8/2022) malam.

Berdasarkan keterangan suaminya lanjut Suta, kejadian itu bermula saat pada Minggu 21 Agustus 2022, Lusia bersama suami dan empat orang anak mereka, bersama keluarga besar berkumpul bersama di pemakaman umum di Desa Oesena untuk kegiatan adat.

Setelah selesai kegiatan, mereka kemudian kembali ke rumah pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita.

Tiba di rumah, Lusia langsung tidur, sedangkan suami dan anak-anak menonton acara televisi hingga mereka tertidur di ruangan depan.
Pada Senin (22/8/2022) subuh Lusia meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan suami dan anak-anaknya.

Saat suaminya bangun tidur, ia tak menemukan Lusia, sehingga dia berusaha mencari di sekitar rumah tapi tak ditemukan.

Sang suami pun berusaha mencari dan menemukan Lusia. Dia pun melaporkan kejadian itu kepada warga dan aparat desa.
Kasus itu lalu dilaporkan kepada aparat kepolisian terdekat.

“Menurut keterangan suaminya, korban ini sudah melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali tetapi tidak berhasil. Percobaan bunuh diri terakhir, pada 28 Maret 2022 di Kuatnana Desa Oesena, Kabupaten TTU namun tidak berhasil karena tali yang digunakan putus,” ungkap Suta.

Lusia diduga stres akibat penyakit kanker payudara dan maag akut yang diderita selama ini.

Keluarga pun menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak diotopsi. Keluarga membuat surat penolakan otopsi yang diserahkan ke pihak kepolisian Polres TTU.

Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.