Ramai Soal Larangan Naik Motor Pakai Sendal Jepit, Ini Penjelasan Polri dan Ketentuan Hukumnya

Sabtu, 18 Juni 2022 17:07
suara.com
Pengendara motor dihimbau memakai sepatu

digtara.com – Sepekan terakhir, pembahasan soal pengendara sepeda motor yang pakai sendal jepit ramai di media sosial. Pihak kepolisian sudah mengklarifikasi kalau aturan itu hanya sebatas himbauan, bukan larangan yang berbuntut pada penilangan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Firman Shantyabudi menegaskan,bahwa masyarakat diimbau untuk tidak lagi menggunakan sendal jepit untuk memperkecil risiko luka parah apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Sudah saya sampaikan, penggunaan pakaian berkendara yang bisa memberikan perlindungan maksimal. Kita sudah kenal helm, tapi bagaimana dengan anggota tubuh lain, maka saya bicara tentang jangan pakai sandal kalau bisa,” kata Firman dalam akun Instagram @NTMCPolri, dikutip Jumat (17/6/2022).

Dia memastikan bahwa tidak ada penilangan untuk pengendara roda dua yang menggunakan sandal jepit, tetapi petugas akan melakukan imbauan dan edukasi jika menemukan pengendara yang menggunakan sandal jepit.

“Dalam ke depannya, kami ingin masyarakat mulai sadar untuk memproteksi diri dengan peralatan lengkap saat berkendara, khususnya sepeda motor,” ujarnya.

Kendati demikian, mengingat angka kecelakaan didominasi oleh roda dua, Firman meminta warga untuk minimal memakai sepatu saat mengendarai sepeda motor.

“Bukan kalau pakai sandal ditilang, bukan. Jangan pakai sandal kalau saat berkendara, karena kalau dia jatuh pasti lecet minimal. Tapi kalau pakai sepatu ada perlindungan lain, syukur-syukur kalau sepatu motor,” tuturnya.

Setelah pernyataan Kakorlantas itu, muncul informasi di media sosial bahwa pengendara sepeda motor yang mengenakan sandal jepit akan ditilang.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan menegaskan, penegakan hukum tidak harus selalu dilakukan dengan sanksi tilang.

Laman: 1 2

Berita Terkait