Polres Labuhanbatu Bebaskan Ibu yang Dijebak Anak Kandungnya Bawa Narkoba ke Lapas

Kamis, 05 Mei 2022 18:27
Polisi membebaskan ibu yang dijebak anak kandungnya bawa Narkoba ke Lapas Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan

digtara.com – Satres Narkoba Polres Labuhanbatu membebaskan seorang ibu berinisial PA (51) dari tuntutan hukum, Rabu (4/5/2022) sekira pukul 17.30 WIB. PA dijebak anak kandungnya membawa Narkoba ke Lapas.

Sebelumnya, PA diamankan pada Minggu sore, 1 Mei 2022 oleh pihak Lapas Kelas II-B Kota Pinang dan Polsek Kota Pinang.

Dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan serta gelar perkara yang telah dilakukan Sat Narkoba Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu SH MH, PA tidak dapat diminta pertanggung jawaban hukumnya terkait adanya barang bawaannya kepada anak kandungnya yang menjadi warga binaan Lapas Kota Pinang.

Selain itu, hasik tes urine PA juga negatif narkoba.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu SH MH menjelaskan, awalnya pada Minggu, 1 Mei 2022 sekira pukul 15.00 WIB, PA didatangi seorang pria berinisial R mengaku kawan anaknya BS di Lapas Kota Pinang dan baru bebas menjalani hukuman.

PA didatangi R di rumahnya di Jalan Simarkaluan, Kota Pinang dan disaksikan suaminya, PS (51). Di sini, R menitipkan satu plastik jus pokat untuk diserahkan kepada BS di Lapas Kota Pinang.

Setelah menitipkan, lalu R pergi dan selanjutnya suami istri ini mengunjungi anaknya di Lapas dan menyerahkan bekal untuk anaknya berupa pakaian, makanan termasuk jus yang dititipkan oleh R kepada petugas Lapas.

Selanjutnya, suami istri ini beranjak pulang.

Namun pada pukul 17.00 WIB, PA ditelepon kembali supaya datang ke Lapas.

Di Lapas, jus dibuka disaksikan personel Poksek Kota Pinang dab petugas Lapas. Ternyaditemukan satu plastik klip lakban kuning diduga berisi narkotika sabu.

Selanjutnya, ib PA diserahkan ke Polsek Kota Pinang dan pada Senin, 2 Mei 2022 dilimpahkan penanganan ke Sat Narkoba Polres Labuhanbatu.

Pada Selasa, 3 Mei 2022 telah dilakukan pemeriksaan kepada BS anak kandungnya di Lapas Kota Pinang.

Dalam pemeriksaan, BS mengakui barang yang ditemukan dalam jus tersebut adalah pesanan dia kepada R seharga Rp 1 juta dengan berat sabu 1,5 gram.

“Dia menyuruh R untuk menyerahkan jus yang telah berisi diduga narkotika sabu dan tanpa sepengetahuan ibu kandungnya,” jelas AKP Martualesi Sitepu

Dengan berurai air mata, PA mengaku tidak menyangka ia dijebak anak kandungnya BS. BS merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara.

Tidak Ada Niat Jahat

Laman: 1 2

Berita Terkait