Polisi Tembak Polisi, Penggunaan Senjata Dipertanyakan, Tamtama Dilarang Bawa Pistol

Selasa, 12 Juli 2022 17:44
ilustrasi pistol Polri

digtara.com – Penggunaan senjata api dalam kasus penembakan ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dipertanyakan.

Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mendesak, Mabes Polri dapat mengusut secara transparan penggunaan senjata api terutama yang dipegang Bharada E selaku penembak Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat hingga tewas.

“Pengungkapan kasus ini harus dilakukan dengan transparan. Termasuk juga dengan pemeriksaan senjata api pelaku maupun korban. Mulai jenis maupun izin penggunaan bagi anggota Polri,” tegas Khairul Fahmi, dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (12/7/2022).

Khairul Fahmi melanjutkan, permintaan transparansi itu harus dilakukan lantaran merunut penjelasan dari Karopenmas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan pelaku penembakan hanya menjabat Bhayangkara Dua (Bharada).

Ia mengatakan, sesuai aturan Kapolri seorang Personel Polri yang berpangkat Tamtama tidak dilengkapi senjata pistol, hanya dilengkapi senjata laras panjang jika dinas lapangan atau saat jaga kesatrian.

“Bila mencermati pernyataan Karopenmas, Senin malam bahwa pelaku adalah tamtama berpangkat Bhayangkara 2 tentunya tak diperbolehkan membawa senjata laras pendek, makanya perlu disampaikan ke publik apa senjata pelaku, darimana asal senjata dan lain-lain,” imbuhnya.

Kenapa Sendirian

Laman: 1 2 3

Berita Terkait